Kamis, 05 Januari 2017

KuAKap ~ Sri Mulyani: RAPBN 2017 Tidak Sehat, Kita Berutang Untuk Bayar Bunga Utang 05 Januari Kado istimewa awal tahun 2017 dari pemerintah sudah diumumkan seperti tarif pengurusan STNK & BPKB naik hingga 3 kali lipat, belum lagi harga BBM juga naik.

Sri Mulyani: Kita Berutang Untuk Bayar Bunga Utang
Seperti dikutip dari detik bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengakui kondisi Rancangan APBN (RAPBN) 2017 tidak sehat. Ini karena adanya defisit keseimbangan primer senilai Rp 111,4 triliun.

Keseimbangan primer adalah total penerimaan dikurangi belanja negara tanpa pembayaran bunga utang. Sri Mulyani mengatakan, bila keseimbangan primer ini defisit, itu berarti pemerintah menarik utang untuk membayar bunga utang.

"Keseimbangan primer yang negatif artinya pemerintah telah pada titik di mana kita meminjam untuk melakukan pembayaran interest rate. Jadi sebetulnya itu merupakan indikator bahwa kita meminjam bukan untuk investasi, tapi meminjam untuk keperluan men-service utang masa lalu," kata Sri Mulyani di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Mantan Direktur Bank Dunia ini mengatakan, pemerintah harus berhati-hati dalam pengelolaan RAPBN 2017. "RAPBN ini sebenarnya kurang sehat, harus berhati-hati," jelasnya.

RAPBN 2017 akan memiliki nilai Rp 2.070,5 triliun, dan penerimaannya adalah Rp 1.737,6 triliun. Akan ada defisit Rp 332,8 triliun atau 2,41% dari PDB.biodata profil sri mulyani suami keluarga sri mulyani sri mulyani dewinta illinia gaji sri mulyani di world bank

Sri Mulyani mengatakan, banyak negara sekarang berupaya agar defisit keseimbangan primernya berkurang mendekati nol atau bahkan positif. Sehingga, APBN tidak menjadi predator atau tidak mampu melakukan ekspansi belanja lewat penerimaan sendiri.

"Tentu saya kalau mengatakan begini, sangat berkaitan dengan kemampuan Indonesia untuk mengelola utang dengan tingkat suku bunga serendah mungkin," kata Sri Mulyani.

Pemerintah Indonesia, lanjut Sri Mulyani, tidak bisa menerbitkan surat utang dengan bunga rendah seperti Amerika Serikat (AS) atau Jepang. Karena itu, pengelolaan APBN harus sangat berhati-hati dengan defisit primer yang terjadi. (wdl/hns)

DemikianlahSri Mulyani: RAPBN 2017 Tidak Sehat, Kita Berutang Untuk Bayar Bunga Utang Artikel Review Dari admin, Semoga Berguna Dan Ada Manfaat, Sekian Terimakasih.
Title : Sri Mulyani: RAPBN 2017 Tidak Sehat, Kita Berutang Untuk Bayar Bunga Utang
Posted by : Laura Lorena Rating 5 Star Published : 2017-01-05T14:11:00+07:00
loading...