Sabtu, 26 November 2016

Bagaimana Rubella Atau Penyakit Campak Jerman Jika Menyerang Anak Balita Dan Ibu Hamil
ciri-ciri campak jerman seperti apa sih ? dan apakah ada obat campak jerman pada anak balita atau ibu hamil yang terkenal gatal tersebut ? begitulah sering kami lihat pertanyaan netizen yang membahas penyakit kulit dalam sebuah situs forum kesehatan indonesia.

Sudah tiga hari ini gue kena penyakit campak. Tapi anehnya penyakit campak yang gue derita ini berbeda dengan penyakit campak yang seperti biasanya diderita orang lain. Gimana tidak, Kalo orang biasanya sebelum terkena campak akan ada gejala demam tinggi atau pilek dan flu.

Tapi gag kyak gitu sama gue. Memang sih awalnya kepala gue pusing. Terus gue bawa tidur aja. Ehh gag taunya besok timbul bintik-bintik merah diperut. Takut juga gue bro, gue tanya sama Ibu (Emak) gue eh katanya itu penyakit Campak. Lebih spesipiknya lagi katanya itu jenis penyakit campak Miang .

Tapi gue bersyukur juga bro, soalnya penyakit ini datangnya pas gue lagi liburan soalnya anak kelas tiga sedang UAN. Gag dapat gue bayangin deh kalo penyakit ini datang pas aku lg sekolah. Kan malu juga kalo diliatin teman. Weks.. Tapi gue masih penasaran dengan penyakit campak yang gue derita ini. Akhirnya gue cari di forum internet. Oo. Rupanya penyakit yang gue derita adalah penyakit Campak Jerman.

Hati-hati lo walaupun udah pernah kena penyakit Campak, lo bisa aja terkena penyakit campak Jerman ini. Soalnya virusnya beda sama penyakit campak biasa. Bingung? Nih artikel yang ada di forum itu gue copas. Silahkan baca ya.

Masih banyak orangtua yang tidak tahu bahwa terdapat 2 jenis penyakit yang mengusung nama campak yaitu campak (measles, morbilli, rubeola) dan campak jerman (german measles, rubella). Keduanya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, walaupun oleh masing-masing jenis virus yang berbeda. Oleh karena itu jangan heran jika anak yang sebelumnya sudah pernah menderita campak dapat pula terkena campak jerman di kemudian hari, dan juga sebaliknya, karena memang virus penyebabnya berbeda.

Umumnya virus campak (measles) membutuhkan waktu antara 10-14 hari untuk berkembang biak dan mulai muncul sebagai gejala klinis, sedangkan virus campak jerman (rubella) membutuhkan waktu inkubasi tersebut yang lebih lama yaitu sekitar 3 minggu. Keduanya adalah penyakit menular, bahkan campak (measles) sangatlah menular. Cara penularannya menyerupai flu yaitu melalui udara pernapasan seperti percikan dari batuk dan bersin.

Walaupun sama-sama mengosong nama ‘campak’, namun ada banyak perbedaan di antara keduanya yang penting untuk diketahui. Perbedaan gejala di antara keduanya secara umum adalah biasanya anak yang menderita campak (measles) kondisi sakitnya lebih berat ketimbang pada yang menderita campak jerman (rubella). Anak yang menderita campak (measles) umumnya memiliki batuk dan pilek yang berat, mata merah dan berair, demamnya tinggi bahkan bisa memicu kejang demam pada anak usia lebih kecil, diare dan akhirnya sekumpulan gejala tersebut akan membuat si anak tergolek lemah di atas ranjang.

Beda halnya pada campak jerman (rubella) dimana terkadang satu-satunya hal yang menjadi alasan si ibu membawa anaknya ke dokter adalah kecemasan akan adanya bercak-bercak merah pada badan di anak yang terus meluas. Si anak sendiri kondisinya masih relatif aktif beraktivitas, batuk-pileknya ringan dan sedikit demam saja.

Namun perlu dicatat juga bahwa Campak Jerman (Rubella) bila menyerang orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, yaitu batuk-pilek yang lebih nyata, diare, demam, badan meriang serta menggigil, tulang linu-linu semua, sakit kepala berat, serta poliartritis (sendi-sendi kecil bengkak dan meradang) yang pada akhirnya akan membuat si penderita terkapar juga di atas ranjang untuk beberapa hari.

Perjalanan klinis kedua penyakit ini demikian dramatisnya sehingga menarik untuk diketahui. Pada campak (measles), awalnya anak memiliki gejala flu biasa yaitu batuk-batuk kering disertai pilek, bersin-bersin, hidung mampet serta badan agak panas.

Bedanya dengan flu biasa adalah disini mata si anak merah dan berair sehingga ia lebih memilih memejamkan mata atau berada di ruang yang tidak silau (fotofobia). Gejala demikian diakibatkan oleh karena peradangan selaput bola mata atau dikenal sebagai konjungtivitis. Jadi waspada jika menjumpai anak yang sedang batuk-pilek namun disertai juga mata merah, bisa jadi itu adalah campak pada tahap awal dan justru merupakan masa penularan sangat intens.
Bagaimana Rubella Atau Penyakit Campak Jerman Jika Menyerang Anak Balita Dan Ibu Hamil
Pada beberapa anak, diare yang berkepanjangan juga sering menyertai dikarenakan virus dapat merusak selaput lendir usus. Gejala tahap awal yang disebut sebagai fase prodromal ini umumnya berlangsung antara 3-5 hari dan selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak bermunculan dan seringkali akan kembali memaksa si ibu memboyong anaknya ke dokter, tentunya dengan perasaan lebih cemas lagi.

Seringkali bersamaan dengan waktu munculnya bercak-bercak ini, demam, batuk-pilek dan diare si anak semakin menjadi-jadi. Selain itu dapat dijumpai banyak kelenjar getah bening di leher yang bengkak. Bercak-bercak merah pada campak munculnya dimulai dari belakang kepala di sekitar batas rambut dan leher, lalu perlahan tapi pasti mulai menyebar ke muka, leher, dada, punggung hingga akhirnya mencapai telapak tangan dan kaki. Umumnya rasa gatal dirasakan namun tidak terlalu nyata.

Proses dari munculnya bercak hingga hilang umumnya berlangsung antara 4-7 hari. Pada fase pemulihan bercak-bercak tersebut akan mulai mengering, mengelupas dan meninggalkan warna kelam pada kulit untuk sementara.

Berbeda dengan campak, pada campak jerman (rubella) si anak nyaris tidak memiliki gejala awal. Kalaupun ada biasanya berupa batuk-pilek ringan tanpa disertai mata merah maupun demam yang mencolok.

Sebenarnya jika teliti, pada masa-masa awal ini dapat dijumpai pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan di belakang telinga si anak yang terasa nyeri jika ditekan. Hari selanjutnya barulah bercak-bercak merah khas campak keluar dimulai dari wajah lalu turun ke leher, dada, punggung hingga ke tangan dan kaki.

Bedanya dengan campak, bercak-bercak pada campak jerman (rubella) menyebar dengan jauh lebih cepat dan proses dari pertama muncul hingga hilangnya bercak tersebut adalah 3 hari sehingga dikenal pula penamaan three-day measles sebagai sebutan lain untuk campak jerman. Yang khas juga, saat bercak-bercak telah mencapai kaki umumnya bercak-bercak di sekitar wajah dan leher mulai hilang. Pada fase penyembuhan, bekas bercak-bercak ini hanya mengelupas ringan dan jarang menimbulkan bekas kelam pada kulit.
Ciri-Ciri Rubella Atau Penyakit Campak Jerman Jika Menyerang Anak Balita Dan Ibu Hamil

Waspada Virus Rubella Menyerang ibu hamil
Komplikasi campak (measles) umumnya lebih serius jika dibandingkan dengan campak jerman (rubella) bagi si penderita. Komplikasi yang sering adalah peradangan telinga tengah, selain itu dapat juga terjadi infeksi paru-paru (pneumonia) dan infeksi otak (ensefalitis). Campak juga dapat menyebabkan diare yang berkepanjangan sehingga dapat menimbulkan gangguan gizi yang serius pada si anak.

Demikian juga sebaliknya, campak yang menimpa anak dengan gizi buruk seringkali berkomplikasi berupa diare berat yang akan semakin memperberat gangguan gizi si anak. Dengan demikian selalu ada keterkaitan antara campak, diare dan masalah gizi anak, sehingga penanganannya harus meliputi ketiga aspek tersebut.

Campak jerman (rubella) jarang menimbulkan komplikasi bagi penderitanya. Namun catatan penting yang perlu diingat bahwa jika campak jerman (rubella) ini diderita oleh ibu yang sedang hamil muda maka resikonya besar bagi anak yang dikandungnya.

Campak jerman pada masa kehamilan dapat menimbulkan rubella kongenital pada si anak kelak saat dilahirkan, berupa cacat bawaan yang berat meliputi antara lain cacat mental, kebutaan serta tuli. Menilik resikonya yang berat bagi si janin kelak, kasus campak jerman pada ibu hamil di beberapa negara malah diperbolehkan diakhiri dengan tindakan pengguguran kandungan.

Jadi yang terpenting bagi ibu hamil muda yang belum pernah terkena campak jerman adalah menghindari sebisa mungkin pemaparan dan kontak dengan penderita. Jika sudah terlanjur terkena kontak atau gejala, segeralah ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Perlukah Antibiotik dan Vaksinasi ?
Campak maupun campak jerman adalah penyakit yang swasirna. Karena penyebabnya adalah virus, antibiotik tidaklah rutin diperlukan untuk meredakan batuk-pilek, diare bahkan demamnya. Belum ada antivirus spesifik yang dapat digunakan dalam pengobatan sehingga terapinya secara umum adalah istirahat total, banyak minum dan makanan bergizi, di samping berbagai obat untuk meredakan gejala yang ada serta untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Vaksinasi sangatlah penting bagi anak. Vaksinasi campak adalah salah satu dari 5 vaksinasi yabg diwajibkan oleh pemerintah bagi balita. Vaksin campak dapat diberikan saat anak berusia 9 bulan atau lebih. Sedangkan vaksinasi campak jerman (rubella) diberikan saat si anak berusia diatas 15 bulan, yaitu dalam bentuk vaksin MMR (Mumps, Measles, Rubella).

Walaupun vaksinasi Campak dan MMR tidak menghindarkan 100% si anak dari campak maupun campak jerman di kemudian hari, namun anak yang telah divaksinasi umumnya memiliki gejala dan komplikasi yang ringan jika terkena kedua penyakit tersebut kelak. Jadi vaksinasi masih merupakan pendekatan penting bagi penanganan primer dari penyakit campak dan campak jerman, khususnya bagi anak.

Silahkan Baca Juga Postingan Lainya Yaitu ManfaatMakanan Berserat Tinggi Bisa Membantu Penderita Diabetes www.tanggalhari.com pengertian Bahaya virus Rubella
Title : Ciri-Ciri Rubella Atau Penyakit Campak Jerman Jika Menyerang Anak Balita Dan Ibu Hamil
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-11-26T17:13:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...