Selasa, 27 September 2016

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai penyakit kolitis ulseratif, yaitu peradangan kronis rektum dan kolon yang memiliki kesamaan dengan penyakit Crohn. Kali ini, kami akan memberikan penjelasan mengenai pengobatan medis dari penyakit tersebut.

Pada dasarnya, pengobatan medis kolitis ulseratif sama dengan pengobatan penyakit Crohn, yaitu 5-ASA (Asacol), sulfasalazine (Azulfidine), atau steroid (prednisone). Jenis kolitis ulseratif yang lebih terbatas dan tidak begitu serius, disebut proktitis ulseratif - dan hanya menyerang beberapa sentimeter rektum bagian bawah dapat diobati dengan mesalamin (Rowasa) enema atau penggantinya, kortison oles (salep atau krim), busa (foam) kortison, atau enema kortison.
Pengobatan Kolitis Ulseratif Untuk Peradangan Kronis

Obat-obatan ini memiliki efek samping jangka panjang yang lebih sedikit daripada steroid oral karena bekerja lokal pada kolon dan tidak melibatkan seluruh tubuh. Penderita kolitis ulseratif dan penyakit Crohn sering bisa meredakan gejala-gejala dengan mengkonsumsi makanan berserat rendah.

Pengobatan non-invasif dilakukan bila memungkinkan. Namun, orang yang terus mengalami diare, pendarahan, dan anemia mungkin membutuhkan pembedahan untuk mengangkat bagian usus yang sakit (kolonektomi). Pengangkatan sebagian atau seluruh kolon melalui operasi akan dilakukan jika pengobatan secara medis gagal atau bila terjadi komplikasi, seperti penyempitan kolon.

Pada kolitis ulseratif, pembedahan mungkin perlu bila terjadi peningkatan risiko kanker pada pasien yang sudah menderita penyakit ini secara meluas dan parah selama beberapa tahun. Walaupun kolonektomi dapat menakutkan bagi penderita kolitis ulseratif kronis, orang yang telah mengalami penyakit ini selama bertahun-tahun cenderung menerima operasi dengan baik, karena mereka sembuh setelah dilakukan pengangkatan kolon.

Sebagai tambahan, operasi ini dapat menghilangkan ancaman kanker kolon. Bila seluruh kolon diangkat, pembedahan ini sering menciptakan lubang (stoma) pada dinding perut dan sebuah kantung dilekatkan di sana.

Bagian terakhir usus kecil (ileum) mengeluarkan sampahnya ke dalam kantung tersebut. Prosedur ini disebut ileostomi. Penderita kolitis ulseratif yang kebanyakan usus besarnya telah tersedang selama 10 tahun, khususnya yang terkena lebih dari 20 tahun, dihadapkan pada risiko tinggi terkena tumor ganas kolon.

Kejadian kanker berbeda pada setiap penelitian; setelah 10 tahun pertama kolitis, risikonya cenderung meningkat 0,5 hingga 10% per tahun. Banyak dokter mengatakan bahwa para pasien harus diperiksa secara berkala melalui biopsi atau kolonoskopi, walaupun belum ada ketentuan mengenai frekuensi dan karakteristik pemeriksaan ini.

Demikianlah Pengobatan Kolitis Ulseratif Untuk Radang Kronis, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan yang lain Yaitu Apa Sebenarnya Penyakit Kolitis Ulseratif Dan Bagaimana Bahaya Untuk Kesehatan? Berita kompas, Fakta Unik liputan6, web sheath
Title : Pengobatan Kolitis Ulseratif Untuk Radang Kronis
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-09-27T06:24:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...