Selasa, 27 September 2016

Secara Umum Kolitis ulseratif (ulserativa) termasuk salah satu kondisi yang belum diketahui penyebabnya (idiopatik). Penyakit ini terjadi di seluruh dunia secara luas dan bervariasi dari tiga hingga 11 per 100.000 orang.

Kolitis ulseratif adalah peradangan kronis rektum dan kolon, dan mempunyai kesamaan dengan penyakit Crohn. Pada beberapa pasien, terkadang sulit membedakan keduanya pada saat melakukan diagnosa.

Penyakit ini biasanya dialami oleh satu keluarga. Seperti pada penyakit Crohn, penderita kolitis ulseratif sering memiliki sejarah keluarga mengidap ileitis atau kolitis. Penyebab penyakit ini belum diketahui, namun proses autoimun diduga termasuk di dalamnya.

Apa Sebenarnya Penyakit Kolitis Ulseratif Dan Bagaimana Bahaya Untuk Kesehatan?

Pada kolitis ulseratif, peradangan selalu menyerang daerah rektum, namun seringkali meluas jauh ke usus hingga kolon. Lapisan selaput lendir usus mula-mula memerah dan berisi butiran-butiran kecil.

Namun, karena kondisinya semakin parah, muncul lubang atau borok kecil. Kondisi ini akan membesar dan makin ke dalam serta melebar hingga ke dinding usus. Seperti yang biasa terjadi pada kolitis parah, gejala-gejala utama yang sering muncul adalah diare, keluarnya darah dan lendir, dan kadang-kadang nanah. Rasa sakit pada daerah perut bisa muncul, tetapi ini bukan gejala utama.

Umumnya, peradangan yang dihubungkan dengan kolitis ulseratif berlanjut dari anus ke usus besar atau tergantung pada masing-masing individu. Sebaliknya, kolitis Crohn cenderung meninggalkan rektum.

Kolitis ulseratif umumnya terbatas pada kolon, walaupun beberapa sentimeter usus kecil dapat terkena. Para pasien kolitis ulseratif cenderung menderita pendarahan rektum dan diare berdarah serta dehidrasi, namun tidak begitu kekurangan gizi dibandingkan penderita Crohn.

Gejala-gejala penyakit ini meliputi sakit perut, demam, anemia, dan peningkatan jumlah darah putih. Sigmoidoskopi menunjukkan kemerah-merahan dan peradangan selaput kolon.

Diagnosis berbagai bentuk kolitis dilakukan atas dasar riwayat medis pasien, ada tidaknya organlsme penular tertentu dalam tinja, munculnya warna merah pada lapisan usus pada pemeriksaan dengan menggunakan endoskop.

Jika perlu, pemeriksaan sampel yang diambil melalui endoskopi dengan menggunakan mikroskop di laboratorium dapat memastikan penyakit ini. Jenis-jenis kolitis yang disebabkan oleh infeksi organlsme tertentu seperti amuba (entamoeba histolytica) yang menyebabkan disentri amubiasis atau shigella (yang menyebabkan disentri basiler) didiagnosis dengan menentukan agen penyebabnya.

Biopsi rektum yang didapat melalui sigmoidoskopi atau kolonoskopi dapat membantu mengkonfirmasikan peradangan dan dalam meniadakan infeksi, yang dapat meniru kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

Contoh feses untuk analisa kultur dibutuhkan untuk meniadakan kemungkinan disentri bakteri dan infeksi parasit. Pada penyakit kolitis yang menular, pengobatan dengan menggunakan obat ditujukan untuk membasmi organlsme penyebabnya.

Obat-obatan kortikosteroid, yang semuanya mengandung anti-peradangan ampuh, juga digunakan luas untuk mengatasi kolitis ulseratif maupun penyakit Crohn. Sedangkan obat-obatan lainnya, seperti obat golongan sulfa, seringkali bisa mencegah kambuhnya serangan yang terjadi secara singkat

Demikianlah Apa Sebenarnya Penyakit Kolitis Ulseratif Dan Bagaimana Bahaya Untuk Kesehatan?, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan yang lain Yaitu 10 Olahraga ini Lagi Trend Dan Di Gemari Perempuan / Wanita Karir dr. Sani Rachman's House Pengertian dan Definisi Arti Penyakit Kolitis Ulseratif
Title : Apa Sebenarnya Penyakit Kolitis Ulseratif Dan Bagaimana Bahaya Untuk Kesehatan?
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-09-27T06:16:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...