Kamis, 22 September 2016

Teh adalah minuman yang dikonsumsi oleh jutaan orang di dunia. Dan Tiongkok adalah negeri asal teh. Dipercaya bahwa teh tumbuh di Tiongkok sekitar 6.000 tahun lalu, dan manusia telah membudidayakan teh sejak 2000 tahun lalu. Bersama dengan sutra dan porselen, teh yang berasal dari Tiongkok ini mulai dikenal dunia lebih dari 1000 tahun lalu, serta menjadi komoditi ekspor Tiongkok sampai sekarang.

Saat ini lebih dari 40 negara memproduksi teh, dan negara-negara Asia memproduksi 90% dari total komoditi teh di dunia. Dan pembudidayaan teh di negara-negara ini berasal langsung atau tak langsung dari Tiongkok.

 Sebuah kebun teh baru harus ditanam selama 5 tahun sebelum daun-daunnya dapat dipetik. Namun ketika pohon teh telah berumur 30 tahun, maka akan menjadi terlalu tua untuk bisa memproduksi daun teh yang enak diminum. Batang pohon teh tua harus dipotong agar tunas baru akan tumbuh dari akar pada tahun berikutnya. Dengan melakukan proses rehabilitasi seperti ini, tanaman teh akan bisa berproduksi selama 100 tahun.
Fakta Menarik Tentang Teh China Jarang Orang Tahu !

Proses fertilisasi kebun teh, digunakan pupuk alami seperti tahu, atau bahan organik lainnya dan jarang digunakan pupuk kimia. Jika tanaman teh dijangkiti hama, maka tanaman yang terinfeksi harus dihilangkan untuk mencegah penularan pada tanaman lain. Biasanya dihindari penggunaan pestisida.

Masa petik daun teh tergantung pada iklim setempat yang berbeda dari area ke area. Di pesisir Danau Xihu di Hangzhou, di mana terdapat teh hijau yang terkenal Longjing (Sumur Naga), proses pemetikan dimulai pada akhir Maret sampai Oktober. Satu tanaman Teh bisa dipetik 20-30 kali dengan interval 7-10 hari. Jika interval terlalu lama maka kualitas teh akan menurun.

Seorang wanita pemetik teh yang terlatih hanya bisa memetik sekitar 600 gram daun teh hijau setiap hari. Daun teh segar harus dikeringkan di tungku teh. Pekerjaan yang dulu dikerjakan secara manual ini kini telah banyak dilakukan dengan mesin. Teh Longjing kelas terbaik masih harus dikeringkan dengan tangan. Hanya 250 gram teh bisa dihasilkan setiap setengah jam. Tungku pengering teh dikeringkan secara elektris dengan temperatur 25°C. Empat pon daun teh segar akan menghasilkan 1 pon teh kering.

Teh Longjing yang terbaik dipetik beberapa hari sebelum perayaan Qingming, ketika tunas baru saja tumbuh dan hanya terdiri dari satu daun dan satu pucuk daun. Untuk menghasilkan 1 Kg diperlukan sekitar 60 ribu helai daun. Di masa silam teh Longjing kelas ini hanya diperuntukkan untuk kalangan istana, sehingga kemudian disebut sebagai ‘Teh Persembahan’.

Untuk proses pencincangan, penggulungan, pembentukan dan pengeringan dari berbagai tingkatan dan jenis teh, dewasa ini telah diciptakan aneka macam mesin. Setiap jam, mesin seperti ini dapat menghasilkan 100 Kg teh.

Di RRC terdapat beberapa daerah mulai dari Pulau Hainan sampai ke Selatan Shandong, hingga ke Tibet sampai ke Taiwan. Luas total dari daerah perkebunan teh ini meliputi 20 propinsi. Daerah produksi teh di RRC terdiri dari 4 daerah utama:

Daerah Jiangnan: terhampar dari selatan ke tengah terus ke bawah hingga mencapai wilayah Changjiang (Sungai Yangzi). Daerah ini merupakan area penanaman teh yang paling subur dan produktif. Kebanyakan dari produksinya adalah varietas teh hijau. Teh merah juga diproduksi di sini.

Daerah Jiangbei: wilayah ini mengacu pada daerah luas di utara sungai yang sama dengan temperatur rata-rata 2-3 centigrade lebih rendah dari wilayah Jiangnan. Teh hijau adalah teh utama yang diproduksi di wilayah ini. Namun di Shaanxi dan Gansu yang juga merupakan wilayah dari area ini, juga memproduksi teh padat untuk mensuplai wilayah minoritas di barat laut.

Daerah Barat Daya: wilayah ini termasuk Sichuan, Yunnan, Guizhou, dan Tibet. Produksi utamanya teh merah dan teh hijau serta teh padat. Teh Pu’er (Pu’er Cha) dari Yunnan sangat laku di jual di RRC dan di luar negeri.

Daerah Lingnan: Di wilayah ini terdapat propinsi Guangdong, Guangxi, Fujian yang memproduksi teh Oolong (Wulongcha) yang sangat dikenal di RRC dan di luar negeri. Wilayah lain yang juga menghasilkan teh Oolong adalah Taiwan.

Teh telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Tionghoa. Tak terhitung jumlah orang yang suka meminum teh setelah menyantap makanan siangnya. Di musim panas atau saat udara menghangat teh dipercaya dapat mengusir hawa panas dan memberikan kesegaran instan sekaligus rasa rileks.

Oleh karena itu kedai teh menjadi menjamur di berbagai tempat di RRC selatan. Di tempat ini kebanyakan pengunjungnya yang telah berusia lanjut dapat bertemu dan berbincang untuk menikmati secangkir teh.

Secara medis, daun teh mengandung sejumlah kandungan kimia di mana 20-30% di antaranya adalah asam tannic yang dikenal memiliki khasiat anti peradangan dan anti bakteri. Teh juga mengandung alkaloid (5% di antaranya kafein), stimulan untuk pusat sarah dan proses metabolisma. Teh yang diberi aroma pewangi dapat melunturkan lemak sehingga membantu mereka yang sedang diet.

Oleh karena itu teh memiliki makna yang penting bagi sekelompok etnik minoritas di RRC yang umumnya mengkonsumsi daging. Mereka bahkan memiliki anggapan lebih baik tak makan garam selama tiga hari daripada tak minum teh sehari.

Teh juga mengandung berbagai jenis vitamin. Untuk para perokok teh dapat membantu mengenyahkan nikotin dari tubuh. Namun demikian pendapat yang mengatakan semakin kental teh semakin bermanfaat bagi tubuh tidaklah besar. Terlalu banyak asam tannic akan mempengaruhi pencernaan sehingga mengakibatkan sembelit.

Teh kental yang diminum sebelum tidur bisa mengakibatkan insomnia. Terlalu sering minum teh kental dapat mengakibatkan gangguan jantung dan tekanan darah bagi sebagian orang, serta bisa mengurangi produksi air susu pada ibu yang menyusui. Bila diminum oleh anak-anak bisa mengakibatkan gigi menjadi kuning.

Pada banyak bahasa, kata daun teh atau teh sebagai minuman langsung berasal dari bahasa Tionghoa “cha”. Bahasa Rusia menyebutnya “Cha’I” yang berbunyi “chaye” (daun teh), sesuai dengan bunyi karakter “cha” di daerah Tiongkok Utara. Bahasa Inggris “Tea” berbunyi mirip dengan pengejaan “Cha” di propinsi Xiamen (amoy). Sedangkan dalam bahasa Jepang, karakter “Cha” ditulis serupa, walau bunyi-nya sedikit berbeda.

Kebiasaan minum teh menyebar ke Jepang sekitar abad ke 6, dan masuk ke Eropa dan Amerika di abad 17 dan 18, berikut Kategori Teh Ada 5 kategori Teh Tiongkok menurut metode pembuatannya.

1. Teh Hijau:
Adalah jenis teh yang mempertahankan warna asli daun teh tanpa fermentasi sewaktu diproses. Teh Longjing dari Propinsi Zhejiang, Teh Maofeng dari Gunung Huangshan di Propinsi Anhui termasuk dalam kategori ini.

2. Teh Hitam:
dikenal juga sebagai teh merah (hong cha), adalah teh yang difermentasi sebelum pengeringan. Merupakan variasi kembangan dari teh hijau, merk terkenal teh hitam adalah Qihong dari Anhui, Dianhong dari Yunnan, Suhong dari Jiangsu dan Chuanhong dari Sechuan.

3. Teh Wulong:
adalah variasi di antara teh hitam dan teh hijau, karena mengalami hanya sebagian proses fermentasi. Terkenal sebagai spesialisasi dari propinsi tenggara Tiongkok, seperti Fujian, Guangdong dan Taiwan.

4. Teh Padat:
adalah jenis teh yang dipadatkan dalam bentuk tertentu. Cocok untuk perjalanan dan penyimpanan, biasanya teh ini menjadi suplai teh utama bagi suku-suku minoritas yang hidup di perbatasan. Warnanya hitam dan kadang dikenal sebagai Teh Hitam. Bentuk yang umum adalah seperti batangan batu bata. Diproduksi di Hubei, Hunan, Sichuan dan Yunnan.

5. Teh Aroma:
Dibuat dengan mencampur daun teh dengan bunga-bunga yang harum pada proses pembuatannya. Bunga yang dipakai biasanya Jasmine dan magnolia. Menjadi teh favorit di daerah Utara Tiongkok serta negara-negara lainnya


Demikianlah Fakta Menarik Tentang Teh China Jarang Orang Tahu !, Sekian Terimakasih
Title : Fakta Menarik Tentang TEH China Jarang Orang Tahu !
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-09-22T21:48:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...