Senin, 20 Juni 2016

Sejarah Hari Jadi Kota Jakarta Tanggal 22 Juni
Berita Pada Hari Tanggal 22 Juni Kemeriahan saat memperingati mulai terasa memasuki hari jadi Jakarta yang tinggal menghitung hari lagi.

Berbagai ornamen seperti Ondel-Ondel dipasang  di pelataran dan lobi di pusat perbelanjaan atau Jakarta Hotel. Belum lagi berbagai promo, sale, dan acara lainnya yang sengaja diadakan untuk memeriahkan hari jadi atau hari ulang tahun Jakarta pada 22 Juni nanti.

Pastinya tidak sedikit orang yang kemudian bertanya-tanya, bagaimana bisa Ibu Kota suatu negara memiliki umur yang lebih tua dari negara itu sendiri?

Penetapan tanggal hari jadi Kota Jakarta ini dilakukan berdasarkan peristiwa perebutan pelabuhan Sunda

Kelapa oleh Fatahillah pada 22 Juni 1527. Fatahillah mengusir Portugis dari pelabuhan Sunda Kelapa dan mengubah nama dari Sunda Kelapa jadi Jayakarta, yang artinya kota kemenangan.

Penetapan sendiri dilakukan pada tahun 1965 oleh Sudiro, Walikota Jakarta pada saat itu (1658-1960), yang merasa perlu adanya

peringatan hari jadi Jakarta yang berbeda dengan peringatan berdirinya Batavia. Sebelumnya, pada masa penjajahan Belanda, hari ulang tahun Batavia (Jakarta saat itu) diperingati setiap akhir Mei, berdasarkan hari penaklukan Jayakarta oleh Jenderal Jan Pieterszoon Coen.

Sudiro kemudian memanggil sejumlah ahi sejarah seperti Mr. Mohammad Yamin dan Mr. Dr. Soekanto beserta seorang wartawan

Senior Sudardjo Tjokrosiswoyo, untuk meneliti kapan didirikannya Jakarta oleh Fatahillah. Saat itu, Sudiro yakin bahwa penaklukan Sunda Kelapa dilakukan pada tahun 1527. Sementara Dr. Soekanto dalam naskahnya yang berjudul “Dari Jayakarta ke Jakarta”, menganalisis menggunakan penanggalan Islam untuk mencari tanggal pastinya. Akhirnya, berdasarkan Pranatamangsa, yakni penanggalan yang berhubungan dengan pertanian, ia menyimpulkan nama Jayakarta diberikan pada tanggal satu mangsa kesatu yakni 22 Juni 1527. Tanggal itu dianggap memiliki hubungan yang erat dengan masa panen.

Setelah itu, dilangsungkanlah sidang dan berakhir dengan penetapan 22 Juni 1527 sebagai hari jadi Jakarta. Setelah mendapatkan persetujuan pada sidang pleno 1965, maka resmilah tanggal 22 Juni ditetapkan sebagai hari berdirinya Jakarta.

Penetapan ini sempat menjadi kontroversi, karena menurut Sejarawan Betawi, Ridwan Saidi, hari jadi Kota Jakarta seharusnya jatuh pada tanggal 3 September. Ini sesuai dengan Surat Keputusan dari Presiden Soekarno mengenai pembentukan pemerintahan sementara Kota Praja Jakarta Raya.

Pekan Raya Jakarta disebut juga Jakarta Fair. Digunakan sebagai wadah pameran dan promosi khususnya mengenai kegiatan perdagangan dan industi. Di samping itu pekan raya dimaksudkan pula sebagai usaha Pemerintah Daerah untuk menambah dan meneukupi tempat-tempat hiburan dan rekreasi yang sehat bagi warga kota.

Pekan raya yang diselenggarakan setiap tahun bertepatan dengan hari ulang tahun Jakarta, tanggal 22 Juni ini merupakan kesempatan bagi berbagai macam pertunjukan rakyat Betawi dan Sunda berpentas. Bahkan joged, yang biasanya dilarang di tempat-tempat lain, pada kesempatan ini dilakukan di sepanjang jalan di Jakarta.

Pada tanggal 25 Oktober 1974, Pekan Raya Jakarta (PRJ) secara resmi ditetapkan sebagai anggota Perhimpunan Pekan-Pekan Raya Internasional (UFI) di Paris.

Pekan Raya Jakarta pertama kali diselenggarakan pada tanggal 15 Juni 1968 dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Kota Jakartake-441 dengan thema "Pembangunan, Kemajuan dan Kesejahteraan", dan pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto.

Kegiatan ini dilakukan di atas areal seluas ± 11 Ha, terletak di bagian selatan Lapangan Monumen Nasional. Diikuti oleh 161 peserta terdiri dari pengusaha-pengusaha nasional dan luar negeri, Departemen-Departemen, Pemerintah-pemerintah Daerah serta badanl lembaga-lembaga resmi lainnya.

Sambutan positif yang diberikan peserta maupun pengunjung mendorong pemerintah daerah membentuk Yayasan Penyelenggaraan pekan Raya Jakarta sebagai Badan penyelenggara Pekan Raya Jakarta

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. Pameran dagang, promosi, dan hiburan dengan skala internasional (sudah diakui oleh UFI) yang diadakan selama satu bulan setiap tahun, yaitu pada bulan Juni-Juli.

Sekaligus juga untuk meramaikan hari jadi kota Jakarta dan hari kemerdekaan RI. PRJ dirintis oleh Gubernur Ali Sadikin bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Daerah Jakarta (1968).

Lokasi PRJ yang mempunyai beberapa nama seperti Jakarta Fair, Taman Hiburan Jakarta, danArena Promosi dan Hiburan Jakarta ini terletak di Lapangan Merdeka. Meliputi Jl. Silang Monas antara air mancur dan Monas. Beberapa kali sempat muncul rencana untuk memindahkannya ke Ancol dan Kemayoran namun ijin penggunaan lapangan Monas diperpanjang sampai tahun 1993.

 Luasnya makin berkembang dari 6,6 Ha (1968), 11,5 Ha (1969), dan sampai tahun 1988 meneapai 22 Ha. Di dalam arena terdapat dua monumen, yaitu Monumen 19 September 1945 dan Monumen Syamsudin Mangan. Jenis-jenis kegiatan PRJ terbagi dalam beberapa kegiatan seperti pameran/promosi murni, pameran/promosi dan penjualan, hiburan, eeramah/seminar, pariwisata, sosial/olah raga, dan restoran. Selain itu juga ada kegiatan pameran khusus (APHJI Arena Promosi dan Hiburan Jakarta).
    • Kapan Hari Penting Ulang Tahun Kota Jakarta Di Mulai ? Yaitu Tanggal 22 juni
    • Dimana Hari Besar HUT Kota Jakarta Diperingati Atau Rayakan? Tepatnya Di indonesia Dunia
    Demikianlah Artikel Admin Tentang Asal Usul Sejarah Hari Jadi Kota Jakarta Tanggal 22 Juni, dikutip dari jakarta.go.id dan tipsindonesia.com Sekian Dan Terimakasih, Semoga Ada Manfaat Untuk Pembaca Foto Gambar Sumber Dari booster.com Silahkan Baca Juga Postingan Lainya Yaitu Sejarah Hari Skateboard Dunia Tanggal 21 Juni Di Peringati Pengertian Definisi ++ Dan Sejarah Serta Contoh Tokoh
    Title : Sejarah Hari Jadi Kota Jakarta Tanggal 22 Juni
    Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-06-20T22:32:00+07:00
    loading...
     
    Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
    loading...