Minggu, 12 Juni 2016

KUAKAP.COM - Apa itu Depresi ? Fakta Di dunia ini Banyak Para remaja menderita depresi seperti yang diderita orang dewasa, namun hal tersebut dapat lebih sulit dikenali karena perubahan suasana hati pada usia ini normal dan umum terjadi. Tanda-tanda depresi meliputi isolasi diri dari lingkungan sosial, sering menangis, perubahan berat tubuh atau tidur, dan perilaku merusak.

Depresi yang terus-terusan dapat mengakibatkan percobaan bunuh diri. Walaupun bunuh diri terjadi dalam seluruh kelompok usia, ini merupakan penyebab kematian ketiga pada remaja. Masalah-masalah lain yang dikaitkan dengan meningkatnya bunuh diri pada remaja adalah perilaku agresif, penyalahgunaan alkohol dan narkoba pada remaja atau orangtua, dan konflik di rumah.

Pengobatan dengan psikoterapi dan obat-obatan dapat membantu depresi pada remaja. Opname rumah sakit mungkin diperlukan bila ada risiko bunuh diri. Perhatian khusus harus diberikan pada masalah ketergantungan alkohol dan obat-obatan, termasuk perlunya detoksifikasi di rumah sakit bila diperlukan.
Depresi Bunuh Diri Pada Remaja | Pengertian, Penyebab Dan Gejala
Depresi dan Gangguan Suasana Hati

Definisi Depresi
Depresi mengenai berjuta orang setiap tahunnya dalam masyarakat kita dan merupakan sebab utama dari ketidakmampuan yang berhubungan dengan pekerjaan, penggunaan pelayanan kesehatan, dan penggunaan obat-obatan. Dalam pikiran umum, depresi sering ditukar dengan ketidakbahagiaan atau reaksi yang berakar dari kematian orang yang dicintai.

Hal ini adalah emosi alami tapi tidak merupakan gangguan psikiatrik. Depresi, dipihak lain, adalah gangguan yang mempengaruhi pikiran dan tubuh secara besar-besaran. Seseorang yang sedang depresi mengalami tekanan yang besar dan sering tidak bisa ditenangkan. Dia mungkin menderita kesedihan dan rasa bersalah yang mengakibatkan menangis atau tidak menikmati kegiatan-kegiatan apapun. Dalam beberapa kasus ada konsekuensi tragis, seperti tidak bisa makan atau minum dan bunuh diri.

Baca juga: Penyebab Dan Gejala Depresi Pada Anak

Dua kategori dasar dari gangguan suasana hati (mood ) adalah: gangguan depresi berat dan gangguan depresi bipolar. Depresi berat ditandai oleh suasana hati yang sangat jelek secara terus-menerus, dimana depresi bipolar lebih jarang dan ditandai dengan saat-saat kondisi gembira dan saat-saat depresi.

Gangguan suasana hati adalah salah satu bentuk sakit kejiwaan yang paling umum dan saat ini paling bisa ditangani. Diperkirakan bahwa 23% dari orang-orang akan memiliki dua atau lebih gejala-gejala depresi, dan 6% akan mengalami depresi berat atau distimia (bentuk Depresi ringan ) pada satu saat dalam hidup mereka. Sekitar 1% dari populasi telah mengalami Depresi Bipolar. Pada usia berapa pun penting untuk mencari bantuan saat muncul gejala-gejala depresi karena risiko bunuh diri.
Depresi Bunuh Diri Pada Remaja | Pengertian, Penyebab Dan Gejala
Penyebab Dan Sebab Depresi
Dalam banyak kasus tidak ada penyebab yang dapat dikenali; dalam kejadian-kejadian tertentu seperti kematian orang yang dicintai atau kehilangan pekerjaan dapat memicu depresi. Faktor-faktor biologis dan psikologis dapat berinteraksi dan menyebabkan gangguan suasana hati pada orang yang lemah.

Ada bukti bahwa ketidakseimbangan biokimia dari pembawa-pembawa zat kimia (neurotransmiter) yang membawa sinyal-sinyal antara sel-sel otak dikaitkan dengan depresi (ketidakseimbangan kimiawi juga dapat berperan dalam gangguan-gangguan kejiwaan lainnya, seperti skizofrenia).

Khususnya, kekurangan neurotransmiter norepinefrin dan serotonin dapat terjadi. Antidepresan mengurangi depresi karena mereka meningkatkan persediaan neurotransmiter ini, sehingga mengembalikan keseimbangan. Ketidakseimbangan hormon juga berhubungan dengan beberapa bentuk depresi. Contohnya, perubahan dalam kortisol sepertinya berhubungan dengan gangguan tidur, yang hadir pada sebagian besar jenis depresi.

Rantai genetik terhadap depresi didukung oleh penelitian-penelitian terhadap anak-anak kembar dan anak-anak adopsi yang menandakan kerentanan terhadap gangguan suasana hati diwarisi beberapa orang tertentu. Depresi berat 1,5 hingga 3 kali lebih umum terjadi pada kerabat dekat penderita kelainan ini dibandingkan populasi umum. Kelainan bipolar menunjukkan angka transmisi genetik yang lebih tinggi daripada penyakit unipolar.

Sifat-sifat kepribadian seperti pasif dan ketergantungan dapat meningkatkan risiko seseorang menderita depresi. Risiko-risiko lain depresi mungkin berupa kelainan kepribadian dan penyalahgunaan dari miras / minuman keras dari alkohol dan obat-obatan.

Bunuh diri Dan Depresi
Bunuh diri, konsekuensi dari depresi yang paling berbahaya, mungkin hasil dari keputusasaan seseorang atau perasaan bahwa hidup tidak berarti lagi. Pikiran-pikiran akan bunuh diri paling umum terdapat pada orang tua, remaja, pria, alkoholik, dan orang-orang yang hidup sendiri. Sejarah bunuh diri dalam keluarga atau percobaan bunuh diri sebelumnya menandakan risiko yang meningkat. Seorang dokter sebaiknya menanyakan pemikiran bunuh diri, karena mereka merupakan cerminan umum dari rasa sakit dan penderitaan yang menekan orang.

Pemikiran-pemikiran mengenai bunuh diri membutuhkan perawatan khusus secepatnya, dengan menginap di rumah sakit karena diperlukan untuk memastikan keamanan pasien tersebut.

Perbedaan pria / wanita Masalah Depresi
Gangguan bipolar sama umumnya pada pria dan wanita. Depresi berat diperkirakan dua kali lebih umum pada wanita daripada pria.

Positif Diagnosa Depresi
Kriteria yang digunakan Asosiasi Psikiatris Amerika untuk mendiagnosa depresi berat meliputi:

1.Paling sedikit lima dari gejala-gejala berikut ini hadir dalam jangka waktu dua minggu dan menunjukkan perubahan dari yang sebelumnya; paling sedikit salah satu dari gejala-gejala tersebut adalah suasana hati tertekan atau hilangnya ketertarikan atau kesenangan.
  • Suasana hati tertekan hampir setiap hari
  • Menurunnya ketertarikan atau kesenangan akan seluruh kegiatan hampir setiap hari
  • Penurunan atau penambahan berat badan yang besar saat tidak sedang berdiet
  • Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari
  • Tidak bisa diam atau berdiam diri hampir setiap hari
  • Letih atau kehilangan tenaga hampir setiap hari
  • Rasa ketidak-berhargaan atau rasa bersalah yang berlebihan hampir setiap hari
  • Menurunnya kemampuan berfikir atau berkonsentrasi hampir setiap hari
  • Munculnya pemikiran-pemikiran ingin mati atau bunuh diri
2.Penyakit fisik atau reaksi terhadap kematian seseorang yang dicintai tidak bertanggung jawab terhadap reaksi tersebut.

Kriteria yang digunakan Asosiasi Psikiatris Amerika untuk mendiagnosa depresi manik meliputi:
1.Saat suasana hati yang tidak normal dan selalu merasa terganggu.

2.Selama masa tersebut, paling sedikit tiga dari gejala-gejala dibawah ini muncul:
  • Rasa percaya diri yang mengempis
  • Berkurangnya kebutuhan tidur
  • Selalu ingin berbicara
  • Pikiran yang berlomba-lomba
  • Mudah terganggu
  • Melibatkan diri secara berlebihan dalam kegiatan-kegiatan yang memiliki potensi tinggi konsekuensi yang berbahaya
3.Gangguan suasana hati yang cukup berat untuk menyebabkan terganggunya pekerjaan, aktifitas sosial, atau hubungan, atau menjadi butuh diopname untuk mencegah menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Kriteria yang digunakan Asosiasi Psikiatris Dokter Ahli Amerika untuk mendiagnosa gangguan bipolar meliputi:

1.Gangguan bipolar campuran
  • Masa-masa yang meliputi gejala-gejala depresi berat dan manik bercampur dan berganti-gantian setiap beberapa hari
  • Gejala-gejala utama depresi berlangsung paling sedikit sehari penuh
2.Gangguan bipolar manik
  • Berada dalam masa manik
3.Gangguan bipolar depresi
  • Telah mengalami satu atau lebih masa manik
  • Berada dalam masa depresi berat
Kriteria untuk mendiagnosa gangguan musiman; depresi yang terjadi pada saat-saat tertentu:
  • Hubungan sementara antara mulainya masa depresi dan masa 60 hari per tahun
  • Masa penyembuhan total terjadi dalam masa 60 hari tertentu per tahun
  • Paling sedikit tiga episode gangguan suasana hati yang menunjukkan hubungan musiman ini
Distimia, bentuk depresi yang lebih ringan, merupakan kondisi kronis yang berlangsung selama bertahun-tahun. Para individu yang mengalami gangguan ini dapat menderita banyak gejala-gejala seperti depresi namun dalam cara yang tidak begitu keras. Para penderita distimia berisiko mengalami keresahan, gangguan makan, kelainan kepribadian, dan penyalahgunaan zat-zat adiktif terlarang.

Daftar gejala-gejala yang dialami dapat menolong para dokter dan ahli kesehatan dalam menentukan sebab depresi (banyak dokter keluarga gagal mendiagnosa depresi).

Orang-orang dapat salah didiagnosa karena mereka memberikan gejala-gejala fisik umum atau enggan menyebutkan tentang suasana hati atau perasaan karena nilai-nilai sosial yang terkait dengan sakit kejiwaan. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak mencari bantuan untuk depresi karena tidak mampu.

Cara Pengobatan Saat Depresi
Masa-masa depresi yang sering muncul dapat dibatasi dan pada beberapa kasus disembuhkan melalui terapi. Tiga pengobatan dasar adalah obat-obatan, psikoterapi, dan terapi elektorkonvulsif (ECT), yang digunakan sendiri atau dalam kombinasi, tergantung pada lama dan kegawatan gejala-gejala.

Obat - obatan antidepresan membetulkan ketidakseimbangan pada neurotransmiter dan jatuh dalam tiga kategori: antidepresan trisiklik, penghambat monoamin oksidase (MAO), dan penghambat ambilan serotonin pilihan (SSRI). Lithium adalah obat pilihan untuk kegilaan (manik) dan gangguan bipolar. Obat-obatan diresepkan dalam dosis yang meningkat secara perlahan dan dapat memakan waktu beberapa minggu agar efektif. Bila tidak ada peningkatan atau bila efek sampingannya menjadi masalah, obat baru mungkin ditambahkan atau ditukar. Pengobatan umumnya berlangsung selama 6 bulan.

Sebelum meresepkan obat antidepresan seorang dokter harus melakukan pemeriksaan fisik (obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan umum orang-orang dengan kondisi-kondisi kesehatan tertentu). Efek penghalang MAO yang jarang terjadi tapi serius adalah tekanan darah tinggi mendadak yang dibawa oleh interaksi dengan makanan yang mengandung tiramin.

Ini merupakan kondisi yang mengancam jiwa, dan dokter anda harus memberikan daftar gejala-gejala untuk diwaspadai dan makanan-makanan untuk dihindari. Efek sampingan yang tidak begitu serius dapat terjadi dan sebaiknya dibicarakan dengan seorang dokter untuk mencari pengobatan yang memungkinkan kehidupan yang berkualitas baik.

Terapi elektrokonvulsif ( ECT ) adalah pengobatan yang aman, tidak sakit, dan efektif untuk depresi dan tidak sama dengan "terapi kejutan" dimasa lalu. Selama pengobatan arus listrik dilewatkan ke otak dan satu-satunya tanda yang terlihat adalah kelopak mata yang berkedut-kedut. Digunakan saat hasil cepat perlu didapatkan, seperti pada pasien yang mencoba bunuh diri atau mereka yang obat-obatannya gagal atau tidak dapat diberikan.

Cara ini biasanya memakan waktu tiga kali seminggu selama dua minggu. Satu-satunya efek sampingan yang umum terjadi adalah hilang ingatan sementara.

Psikoterapi biasanya digunakan bersamaan dengan ECT atau obat-obatan. Banyak bentuk tersedia dan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan perseorangan. Setelah obat-obatan memberikan tanggapan, psikoterapi dapat membantu orang tersebut memahami faktor-faktor yang menyebabkan depresi. Bagi beberapa orang rasa percaya diri rendah merupakan masalah besar, dimana yang lain perlu mengeluarkan perasaan marah. Banyak penderita depresi mendapat manfaat dari kontak sosial dan aktifitas-aktifitas baru.
Depresi Bunuh Diri Pada Remaja | Pengertian, Penyebab Dan Gejala

Terapi Alternatif Bagi Depresi
Banyak terapi diluar obat-obatan dan psikoterapi digunakan untuk menangani depresi. Cara-cara alternatif ini dapat membantu mengobati keresahan, percaya diri yang rendah, tidak ada energi, dan menutup diri.

Olahraga dan fitness yoga dapat meredakan sebagian dari depresi dan meningkatkan rasa percaya diri, mungkin dengan mempekerjakan zat-zat kimia dalam otak, endorfin, yang dapat memberikan bantuan terhadap rasa sejahtera dan energi yang bertahan bahkan setelah olahraga selesai.

Relaksasi dan meditasi telah terbukti mengurangi ketegangan yang mungkin dapat menjadi permanen pada orang yang mengalami depresi. Teknik-teknik imajinasi telah terbukti meningkatkan rasa percaya diri. Dalam imajinasi yang dituntun, para penderita depresi dapat dibantu membayangkan situasi dimana mereka menerima pujian dari seseorang yang mereka kagumi dan kemudian menggunakan pujian bayangan tersebut untuk meningkatkan rasa harga diri.

Terapi seni kreatif seperti menari, melukis, dan memahat dapat membuka komunikasi dan meruntuhkan penghalang saat berbicara menjadi sangat sulit bagi orang-orang yang depresi. Terapi binatang peliharaan, dimana seseorang membangun suatu hubungan dengan makhluk hidup lain, juga dapat membantu.

Terapi cahaya (pengobatan dengan cahaya-cahaya terang jenis khusus) telah terbukti berguna dalam menangani gangguan musiman.

Demikianlah Depresi Bunuh Diri Pada Remaja | Pengertian, Penyebab Dan Gejala Artikel Review Dari kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu inilah Alasan Kerja Harus Ada Hiburan Biar Kesehatan Terjaga Dengan Baik Depresi Pada Anak, Dewasa, Pria dan Wanita Ibu Lansia, makalah depresi berat serta ciri-ciri depresi ringan
Title : Depresi Bunuh Diri Pada Remaja | Pengertian, Penyebab Dan Gejala Kuakap
Posted by : Rajah Rafael Rating 5 Star Published : 2016-06-12T19:56:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...