Selasa, 21 Juni 2016

KUAKAP.COM -Ibu-ibu yang baru melahirkan dan mengalami depresi, lebih kecil kemungkinannya melakukan tindakan perlindungan sederhana yang dapat menjamin keamanan anaknya, demikian dikatakan hasil sebuah studi.

Survei terhadap lebih dari 7.500 ibu A.S. yang mempunyai bayi mengungkapkan bahwa wanita yang mengalami depresi, lebih kecil kemungkinannya menggunakan kursi anak untuk mobil dan penutup stop-kontak listrik di tembok, menyediakan sirup ipekak di rumah (sirup yang dapat merangsang timbulnya muntah kalau terjadi keracunan), dan membacakan sesuatu kepada anak-anaknya setiap hari.

“Karena depresi ibu adalah penyakit yang dapat disembuhkan, pemeriksaan dan penanganan gangguan ini dapat memberi andil terhadap perbaikan praktik perlindungan anak dan tujuan akhirnya kesehatan anak,” demikian ditulis Drs. John D. McLennan dan Milton Kotelchuck, dalam edisi Mei jurnal Pediatrics.
Baca juga:Terapi Alami Dan Mudah Bagi Pengidap Gejala Depresi Dengan Cahaya

Bagaimana Pengaruh Depresi Ibu Terhadap Anak ?

Peneliti dari Universitas North Carolina di Chapel Hill dan Universitas McMaster di Ontario, Kanada, ini mewawancarai ibu-ibu sekitar 17 bulan setelah kelahiran anaknya dan sekali lagi ketika anaknya berusia sekitar 3 tahun. Sekitar 24% ibu-ibu baru mengalami depresi pada wawancara pertama dan sekitar 17% mengalami depresi pada wawancara lanjutannya.

Meskipun tidak jelas mengapa lebih sedikit wanita mengalami depresi pada wawancara kedua, penulis menduga bahwa “pada waktunya, rasa senang sebagai orang tua cukup mengimbangi stres sebelumnya ketika pertama kali menjadi orang tua bagi beberapa ibu.”

Wanita yang mengalami depresi pada kedua masa tersebut lebih kecil kemungkinan menggunakan strategi perlindungan ketimbang wanita yang mengalami depresi hanya pada satu wawancara, demikian menurut penemuan para peneliti ini.

Akan tetapi, tampaknya depresi tidak mencegah penggunaan praktik pengamanan seluruhnya. Antara 27% (ipecac) dan 40% (kursi anak untuk mobil) wanita depresi melaporkan menggunakan strategi perlindungan, dibandingkan dengan 45% (ipecac) dan 60% (kursi bayi mobil) pada wanita  yang tidak mengalami depresi.

Secara keseluruhan, penulis mencatat bahwa “tingkat tindakan pencegahan cukup jelek, dan meninggalkan banyak ruang untuk perbaikan.” Akan tetapi, penulis juga mencatat bahwa “kayu arang kini mungkin merupakan zat yang lebih disukai untuk disediakan di rumah ketimbang sirup ipekak.”

Dalam temuan lain, wanita yang mengalami depresi dan tinggal bersama pasangan prianya lebih kecil kemungkinannya membacakan sesuatu kepada anak-anaknya. McLennan menjelaskan bahwa membaca kepada anak-anak dapat membantu perkembangan kecerdasan anak-anak dan  mempersiapkan anak-anak memasuki usia sekolah.
“Kesiapan memasuki sekolah yang lebih baik merupakan alat prediksi yang baik untuk keberhasilan berikutnya di sekolah," katanya.

Tidak jelas mengapa pasangan pria tidak memperbanyak kesempatan anak-anak untuk dibacakan sesuatu, tetapi pasangan ini mungkin berperan sebagai “pesaing bagi anak untuk memperebutkan terbatasnya waktu dan energi yang dimiliki ibu-ibu bagi keluarga,” demikian menurut laporan tersebut.

Selain depresi, penghasilan yang lebih rendah dan sebagai orang tua tunggal berkorelasi dengan lebih kecilnya kemungkinan menggunakan keempat praktik pencegahan tersebut. Dan meskipun ibu-ibu yang berpendidikan lebih tinggi lebih memungkinkan menggunakan kursi anak di mobil, menyediakan sirup ipekak di rumahnya dan membacakan sesuatu kepada anak-anaknya, mereka lebih kecil kemungkinan menggunakan penutup stop-kontak listrik, demikian menurut temuan studi tersebut.

“Frekuensi keterlibatan dalam praktik pencegahan oleh ibu terhadap anak-anaknya yang masih kecil, masih jauh dari ideal,” demikian menurut kesimpulan peneliti ini.

“Praktisi kesehatan anak-anak harus menanyakan keadaan depresi ibu kalau telah terdekteksi adanya praktik pencegahan yang buruk, atau masih lebih baik lagi kalau mereka mengatasi depresi ibu-ibu secara dini sebelum  kebiasaan buruk ini makin berkembang,” tambah McLennan dan Kotelchuck.

Demikianlah Bagaimana Pengaruh Depresi Ibu Terhadap Anak ? Artikel Review Dari kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu Mau Operasi Plastik ? Baca Dulu Ulasan ini Sebelum Bahaya Dan Menyesal ! pengertian definisi Depresiasi apa yang terjadi pada janin saat ibu menangis web sheath efek ibu hamil menangis pada janin
Title : Bagaimana Pengaruh Depresi Ibu Terhadap Anak ?
Posted by : Ena Riskina Rating 5 Star Published : 2016-06-21T13:58:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...