Jumat, 20 Mei 2016

Tanggal 20 Mei Hari Bakti Dokter Indonesia
Fakta sejarah membuktikan bahwa proses pembentukan fondasi negara Indonesia pada awal abad Ke-20 diawali dengan sebuah gagasan besar dari  para emansipator bangsa yang tumbuh sebagai proses di dalam kelompok sosial masyarakat yang berupaya meningkatkan diri menuju suatu kedudukan intelektual, sosial, ekonomi, politik, budaya, gender yang lebih layak dan menjadi bagian yang integral dalam tata kehidupan masyarakat.

Gagasan besar yang muncul atas kondisi bangsa saat itu yang sedang “sakit “ dengan berbagai krisis dan permasalahan .

Salah satu komponen emansipator bangsa tersebut adalah kelompok dokter pribumi sebagai pelopor semangat nasionalisme dan kesadaran berbangsa. Hal ini kemudian tertuang dalam sejarah sebagai Kebangkitan Nasional yang merupakan perjuangan untuk mengubah keadaan “belum bangkit” menjadi keadaan “bangkit” yang dicita-citakan tentang nasib dan kedudukan bangsa secara keseluruhan di kemudian hari.

Peran dan keberadaan para dokter pada saat itu tidak terlepas dari watak yang dibentuk melalui proses pendidikan kedokteran disertai sumpah serta etika yang harus dipatuhinya sebagai seorang dokter .

Sebuah gagasan dan semangat besar yang kemudian menjadi embrio dan katalisator kesadaran berbangsa dan pada gilirannya melahirkan semangat berdirinya Boedi Oetomo.

Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan oleh mahasiswa kedokteran STOVIA yaitu Soetomo, Suraji Tirtonegoro, Gunawan Mangunkusumo, Muh Saleh dan kawan-kawanya .Sutomo dan Suraji sebagai pelaku utama pendirian Boedi Oetomo dimotivasi oleh perjuangan Dr Wahidin Soedirohoesodo.

Cita-cita Boedi Oetomo saat itu adalah “ Kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industry, kebudayaan mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kedudukan bangsa yang terhormat “.

Cita-cita yang menyatakan dengan tegas konsep-konsep masa kini tentang Visi, Misi, Strategi dan Nilai – nilai Inti dan tujuan Inti terutama dalam rangka mewujudkan bangsa yang berdaulat, merdeka, teremansipasi dan sederajat dengan bangsa-bangsa merdeka yang lain.

Menjelang 107 tahun Hari Kebangkitan Nasional yang sejak dicanangkannya oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia pada tahun 2008 ( 20 Mei 1908 – 20 Mei 2015 ).  Apakah gagasan besar para tokoh-tokoh kebangsaan para dokter pendiri Budi Utomo sudah terealisasi saat ini ?

Apakah kondisi kekinian masih dibutuhkan gagasan besar untuk memulihkan kondisi bangsa? Sebagai komunitas intelektual kesehatan, Ikatan Dokter Indonesiadengan anggota  total lebih dari 100.000 orang dokter mempunyai tanggung jawab sosial ( Profesional Social Responsibility ) untuk memajukan sektor kesehatan Indonesia dan berperan aktif menghasilkan dokter-dokter masa kini yang bersama-sama berjuang dan berikhtiar dalam kebaikan demi terwujudnya bangsa dan Negara yang berdaulat dan bermartabat  di bidang kesehatan, adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia dengan harapan yang sangat tinggi untuk terciptanya sistem kesehatan nasional yang lebih baik untuk mendukung tercapainya derajat kesehatan yang optimal dan tinggi menuju pembangunan kesehatan yang membentuk masyarakat berdaulat untuk hidup sejahtera dan sehat.

Kesehatan merupakan dimensi penting yang menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa.Hal ini dikarenakan kesehatan memainkan peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.Untuk mewujudkan serta menunjang akselerasi pencapaian peran strategis tersebut maka dibentuklah sistem kesehatan nasional (SKN) yang merupakan pilar dari sistem ketahanan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2012, yang menjadi peta jalan dalam mewujudkan masyarakat sehat dengan derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Tuntutan masyarakat terhadap nilai sosial dan pengabdian dokter semakin tinggi .Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan profesi : Apa saja bentuk pengabdian yang telah kita lakukan terhadap masyarakat Indonesia? Bentuk pengabdian seperti bagaimana lagi yang dibutuhkan Masyarakat ?. Dua pertanyaan yang sebenarnya membuktikan bahwa kontribusi pengabdiandokter di Indonesia sudah dilakukan sejak zaman dahulu bahkan sebelum kemerdekaan.

 Sejarah Indonesia sudah membuktikan dan mencatat akan peranan sentral para dokter Indonesia dalam pembentukan fondasi Negara pada era Kebangkitan Nasional .

Dokter selalu berada di tengah-tengah rakyat dalam pembangunan bangsa .Dokter juga rakyat yang membutuhkan perlindungan Negara dan ingin Negara juga selalu berada di tengah-tengah dokter .Dokter juga rakyat yang membutuhkan kesejahteraan dan rasa keadilan dalam kehidupan berbangsa ini.

Selain itu perlu dilakukan gerakan bersama dokter membangun kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia , gerakan yang menghimpun dan mengerahkan segenap potensi dokter bersatu padu bersama rakyat untuk menyehatkan dan mensejahterakan  bangsa.

Revitalisasi peran dokter dalam pembentukan karakter dokter pemimpin intelektual dan professional dalam pembangunan bangsa untuk mewujudkan ketahanan nasional menuju Indonesia sehat yang berdaulat dan berkeadilan perlu dilakukan secara terus menerus dengan menjadikan Hari Kebangkitan Nasional yang juga Hari Bakti Dokter Indonesia sebagai reminding peran dan baktinya kepada bangsanya.

Persoalan kesehatan sendiri saat ini sebagai suatu faktor utama dan investasi berharga yang pelaksanaannya didasarkan pada sebuah paradigma baru yang biasa dikenal dengan paradigma sehat, yakni paradigma kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.

Dalam komponen pembangunan kesehatan tidak akan terlepas dari peran sentral Pada dokter adalah intelektual yang dalam menjalankan profesinya langsung berhadapan atau berada di tengah masyarakat dibekali nilai profesi yang menjadi kompas dalam segala bidangnya.

Nilai profesi itu antara lain adalah kemanusiaan (humanism), etika (ethics) dan kompetensi (competence). Dimanapun dokter ditempatkan seyogianya ia menjalankan peran intelektual profesional.Itulah yang dilakukan dokter Wahidin dan para sejawatnya lebih dari seabad yang lalu jauh sebelum adanya rekomendasi WHO.

Karena itu peran dokter saat ini untuk berperan aktif bersama seluruh komponen bangsa untuk “ merawat “ Negara Republik Indonesia untuk dapat bebas dari sakit akibat krisis dan permasalahan yang terjadi pada saat ini.

Dokter tidak hanya menjadi agent of treatment tapi juga harus menularkan nilai profesi dan kecendikiawanannya sehingga membuatnya menjadikan agent of mental-social change dan agent of development dalam “merawat “ NKRI.

NOTES: Peristiwa Pernah Terjadi Di Dunia Pada Tanggal 20 Mei Diantaranya Yaitu :
  • Tahun 1883 Di Ketahui Bahwa Gunung Krakatau mulai meletus, yang kemudian menyebabkan kehancurannya tiga bulan kemudian.
  • Pada 1908 Organisasi Budi Utomo Pertama kali didirikan oleh dr. Sutomo dan di bantu oleh para pelajar STOVIA dan dikenal sampai sekarang sebagai HARKITNAS / Hari Kebangkitan Nasional.
  • Pada Tahun 2002 - Timor Timur lepas dari indonesia dan menjadi negara Timor yang di dukung oleh negara portugal diketahu bahwa José Gusmão adalah presiden pertamanya
Pada Hari ini Tanggal 20 Mei Dalam Kalender Indonesia Merupakan Hari Bakti Dokter Indonesia dan Termasuk Sebagai Hari Besar Dan Hari Penting Dunia Dalam Buku Harian / Asal Usul Sejarah Bangsa Kita, Artikel kutipan dari dokterochi Sekian dan Terimakasih Dan ada Manfaat Untuk Pembaca Foto Gambar Sumber Dari logo hari bakti dokter indonesia 2016 Dan Baca Juga Postingan Lainya Yaitu Tanggal 20 Mei Hari Kebangkitan Nasional Tanggal 20 Mei 1908 hari lahir Bakti Dokter Indonesia, selamat ulang tahun dokter indonesia ke 108
Title : Tanggal 20 Mei Hari Bakti Dokter Indonesia
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2016-05-20T08:27:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...