Kamis, 26 Mei 2016

KUAKAP.COM - Banyak kisah cerita misteri yang benar-benar diluar dugaan kita, seperti berikut ini kisah nyata seorang rentenir dimasa akhirnya menuju liang lahat jasadnya dililit ular.

Semasa hidup Tutik memang rentenir kejam. Tak hanya membungakan tinggi, telat bayar sebentar pun, ia tak segan menyita rumah orang yang berutang kepadanya. Naudubillah, saat mati jasadnya dililit ular. Itukah azabnya? Wallahu a’lam.

“Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raaji’uun,” Bu Tutik (bukan nama asli) meninggal dunia. Mari kita rawat jenazahnya dengan baik!” begitu seru Ustad Zainal lewat pengeras suara di sebuah musala di kawasan Surabaya utara, Kamis, sekitar pukul 08.00 Wib, dua pekan lalu.

Setelah beberapa kali mengumumkan, Ustad Zainal kemudian pergi ke rumah duka yang terletak di perempatan jalan di perkampungan itu, Satu jam berlalu, rumah almarhumah masih tampak sepi. Tak banyak warga yang datang untuk berziarah.
Kisah Hikmah Jasad Seorang Rentenir Di Lilit Ular
 sumber foto gambar via ihtmalaysia.blogspot.com

“Ustad, warga kok belum banyak yang datang?” tanya Sokih, suami Tutik.
“Iya, nggak biasanya seperti ini. Padahal tadi sudah saya umumkan beberapa kali,” tegas Ustad Zainal.

Sementara itu, beberapa warga membincangkan kematian Tutik. Hampir semua warga yang sudah puluhan tahun tinggal di desa itu tak sedih atas kematian Tutik.

“Loh Bu, apa sudah mendengar kalau Bu Tutik telah tiada tadi pagi?” tanya Anita, salah satu pedagang sayur di pasar dekat daerah itu.

“Aku sudah tahu. Tapi aku malas ke sana, dia kan jahat,” ujar Maryam, warga setempat.

Praktis yang datang di rumah duka yang terlihat hanya warga pendatang yang baru tinggal satu sampai dua tahun. Sementara warga lama yang terlihat hanya para pengurus kematian. Hingga tiga jam berlalu, jenazah Tutik tak juga diurus. Para petugas yang biasanya bertugas memandikan jenazah wanita belum ada yang datang kecuali Hj Mutmainnah.

“Pak Ustad, mana warga yang lain? Tidak mungkin saya bisa memandikannya sendirian, tolong minta bantuan warga lainnya,” pinta Hj Mutmainnah kepada Ustad Zainal.

Sambil menunggu warga datang, Hj Inah, sapaan Hj Mutmainnah, merangkai bunga melati untuk ditaruh di atas keranda. Juga memberi wewangian untuk bahan memandikan jenazah.

Satu dua warga mulai datang, Hj Inah pun memutuskan untuk segera memandikan jenazah. Di tengah-tengah ia memandikan, muncul seekor lintah dari balik bunga. Lintah hitam sebesar ibu jari orang dewasa itu bergerak mengeliat.

“Ya Allah, ada lintah!!!” teriak Hj Inah nyaris melonjak dari tempatnya berdiri. Sinta dan Aminah yang membantu memandikan jenazah Tutik pun bukan main terkejutnya. Di antara bunga yang sudah terangkai itu muncul dua lintah besar hitam.

“Dari mana lintah itu? Pahadal tadi sudah dibersihkan satu per satu,” ujar Hj Inah. Sementara Sinta dan Aminah hanya tertegun dan saling pandang. Setelah itu, Hj Inah serta Sinta dan Aminah kembali memandikan jenazah Tutik. Satu jam lebih mereka memandikan. Anehnya, jenazah itu tak juga bersih.

“Bu Haji, kotorannya kok tidak hilang-hilang ya. Pahadal kita sudah membersihkan beberapa kali,” ujar Sinta tak bisa menyembunyikan kegelisahannya. Hj Inah pun geleng-geleng kepala. Sejak 10 tahun memandikan jenazah, baru kali ini ia mengalaminya.

“Iya, kotorannya tak habis-habis,” katanya.

Keanehan tak hanya terjadi di rumah duka. Di arena pemakaman, proses penggalian liang kuburan untuk jenazah Tutik pun bermasalah. Mustari, salah satu petugas penggali kubur menceritakan bahwa tanahnya keras seperti batu. Tak hanya itu, pada saat menggali, banyak sekali ditemukan batu dan kaca berserakan.

“Kok aneh begini ya Cak (sapaan pria di Surabaya)?” tanya Mustari kepada Narto, temannya.

“Ia benar, padahal tanahnya kuburan yang lain tidak seperti ini,” seru Narto tak kalah heran.

DILILIT ULAR
Setelah selesai dimandikan, dikafani, dan disalati, jenazah Tutik segera dibawa ke lokasi pemakaman. Begitu jenazah sampai di area pemakaman, ternyata liang kuburnya belum selesai digali.

“Lho, kok belum selesai Pak? Kan sudah dari tadi pagi?” ujar Ustad Zainal sambil menahan terik panas tengah hari itu.
“Wah, tidak tahu Ustad. Tanahnya keras sekali. Tidak hanya itu banyak sekali kaca-kaca. Kaki dan tangan saya sampai berdarah,” seru Mustari.

Setengah jam kemudian, proses penggalian selesai dilakukan. Para warga pun kemudian bersiap-siap memasukkan jenazah ke dalam liang kubur. Sesaat berlalu, azan pun dikumandangkan. Tapi tiba-tiba semua berteriak kaget. Seekor ular hitam besar keluar dari arah belakang. Ular itu kemudian masuk ke dalam liang lahat.
“Masya’ Allah,” teriak mereka.

Suasana menjadi panik, beberapa orang yang ada di dalam liang kubur berebut naik ke atas. Mereka tak habis pikir, mengapa ular itu tiba-tiba melilit jenazah yang sudah terbaring itu di dasar liang kubur itu.

Sesaat kemudian, warga pun mengeluarkannya. Suasana kembali tenang dan proses pemakaman pun dilanjutkan.

“Aneh, kok bisa ya ada ular masuk? Bertahun-tahun saya mengantar jenazah ke kuburan, baru kali ini melihatnya,” bisik beberapa warga.
Mencermati kasuk-kusuk itu, Ustad Zainal berusaha menasihati, “Sudalahlah, barangkali ular itu mau lewat. Jangan dibesar-besarkan.”

RENTENIR
Kematian Tutik dengan segudang keanehan menjadi bahan pembicaraan warga. Masa lalu Tutik yang kelam pun terungkap.
“Barangkali itu karena masa lalunya sendiri,” ujar Sinta, tetangga almarhumah berkomentar.

“Lho, ada apa dengan Bu Tutik dulu?” tanya Aminah.

Sinta yang tahu betul perilaku Tutik di masa mudanya kemudian menceritakannya.
“Dia dulu seorang rentenir yang sangat kejam,” katanya.

Suatu malam, kata Sinta, Tutik dengan beberapa pembantunya mendatangi rumah Taufiq untuk menagih utang.

“Pak Taufiq, aku kemari ingin menagih utang. Jangan sekali-sekali menghindar lagi. Sebab utang Anda sudah sudah banyak,” ujar Tutik dengan angkuh. Taufiq saat itu masih belum bisa membayar. Sebab ia masih memikirkan kondisi anaknya yang sakit di rumah sakit.

“Aku mohon maaf Bu. Kali ini aku belum bisa membayar. Saya pakai mengobati anak saya,” kata Taufiq memohon.

“Tidak bisa, malam ini kamu harus bayar. Utangmu sudah Rp 10 juta,” bentak Tutik. Taufiq pun terkejut seraya berkata, “Lho kok jadi Rp 10 juta, kan utangku kan cuma Rp 5 juta?”

“Itu sama bunganya,” tegas Tutik dengan nada keras.

“Ya sudah kalau ngak bisa membayar, maka tanah dan rumahmu ini aku sita. Satu minggu lagi kamu dan keluargamu harus keluar dari rumah ini,” tegas Tutik.

“Yang saya tahu cuma itu. Banyak warga lain yang mengalami hal lebih buruk dari itu,”

Demikianlah Kisah Hikmah Jasad Rentenir Di Lilit Ular Artikel Review Dari kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu Misteri Negeri Paloh Sambas Memiliki Kerajaan Negeri Gaib Yang Sangat Luar Biasa Contoh materi kuliah dan jenis dan bentuk jasad jin penunggu rumah, kumpulan cerita misteri nyata di dunia beserta video dan gambar setan
Title : Kisah Hikmah Jasad Seorang Rentenir Di Lilit Ular
Posted by : Ena Riskina Rating 5 Star Published : 2016-05-26T22:08:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...