Jumat, 27 Mei 2016

KUAKAP.COM - PULUHAN gambar bernuansa ajakan nonton film horor terpampang di sepanjang jalan protokolibu kota daerah indonesia. Maklum, saat ini sudah puluhan judul film horor telah diproduksi dan siap ditonton oleh pemirsa di seluruh Indonesia. Sebut saja seperti Suster Ngesot, Lantai 13

Selain itu ada juga film Pocong Malam Jumat Kliwon, Rumah Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Kuntilanak, Sebut Namaku Tiga Kali, Terowongan Casablanca, Tusuk Jaelangkung, Lewat Tengah Malam, Bangsal 13, dan sebagainya.

Namun sayang, tidak satu pun film horor yang bernuansa budaya dan mendidik. Bahkan, film horor yang beredar justru merusak moral generasi muda. Menteri Pemuda dan Olahraga Adyaksa Dault mengungkapkan kegelisahannya terhadap maraknya film horor.

“Saya sangat khawatir dengan perkembangan film di Indonesia, terutama film mistik dan horor. Film tersebut kurang baik untuk perkembangan remaja,” ujar Adyaksa Dault.
ini Fakta Sebenarnya Moral Kamu Rusak Oleh Film Horor
Ia menjelaskan, film horor dan mistik bukan lagi menyemarakkan budaya nasional, tetapi sudah jauh menyimpang dan merusak moral. Bahkan, film tersebut jauh dari nilai-nilai edukasi dan islami. Pasalnya, film horor sudah mengajak masyarkat untuk mempercayai hal-hal gaib yang dilarang agama.

“Bisa dibayangkan, seandainya remaja Indonesia tidak punya basic pendidikan agama, mereka akan tergilas oleh film horor dan mistik,” tegasnya.

MISI MENAKUTKAN
Berbeda dengan Adyaksa Dault, Sutradara dan Produser Film Nagabonar Jadi 2, Deddy Miswar mengatakan, film horor dan mistik yang marak saat ini jauh dari nilai religi. Pasalnya, film tersebut tidak ada pesan yang disampaikan kepada penonton. Akan tetapi, lebih menonjolkan sisi komersial dan jumlah penonton.

“Saya tidak menyalahkan produser, karena film nasional kita baru berkembang. Akan tetapi, tanggung jawab sosialnya tidak ada,” katanya.

Dijelaskan Deddy, masyarakat perlu memilih tontonan yang mendidik dan menghibur. Bukan saja, ikut-ikutan tertarik karena promosi. Pasalnya, cerita film horor yang saat ini beradar jauh dari kualitas dan realitas. Tetapi, lebih mengutamakan sisi misteri dan hantu yang menakutkan. Sehingga, tujuan film bukan memberikan pesan, tetapi membaut penonton takut.

“Kalu bicara idealisme sulit di masa sekarang. Karena, semuanya tergantung pasar dan trend di masyarakat. Sekarang trend-nya lagi horor sehingga para produser berlomba-lomba bikin horor. Itu yang merusak moral,” ungkapnya.

Deddy berharap, di samping mengejar komersial, seharusnya sebuah film ada pesan moral dan tanggung jawab sosial. Karena setiap produksi mempunyai dampak kepada masyarakat. Terturama film horor, karena mereka menayangin hantu dan kasus pembunuhan yang tidak wajar. Tayangan semacam ini bisa membunuh karakter seseorang dan membuat orang waswas akan jadi dirinya.

“Bisa jadi, setelah nonton film horor bukan membuat orang bahagia, tetapi malah bikin orang takut dan waswas akan dirinya,” imbuhnya.

PERMINTAAN PASAR
Sementara itu, Abdul Aziz, humas rumah produksi Sinemart mengatakan, maraknya film-film horor di Indonesia karena permintaan pasar. Apalagi, saat ini film horor baru tumbuh dan berkembang. Sayangnya, kualitas dan ceritanya tidak realitas dan terkesan fiktif.

“Kita bisa dilihat, dalam satu bioskop ada tiga judul film horor Indonesia. Semuanya ada yang nonton, tetapi kualitasnya menurun,” katanya.

Aziz menambahkan, trend semacam ini membuat para rumah produksi berlomba-lomba mencari keuntungan. Karena, permintaan masyarakat tetap tinggi, akan tetapi Aziz yakin film horor lambat laun akan hancur sesuai berjalannya waktu dan pendidikan masyarakat.

“Kalau kita lihat dari sisi pendidikan, nampaknya masyarakat mulai jenuh dan bosan dengan film horor. Untuk kita harus mengantisipasi hal itu,” tuturnya. Maraknya film horor di Indonesia ditanggapi negatif oleh pakar komunikasi, Prof Dr Yunan Yusuf. Ia mengatakan, film horor membuat manusia pemalas dan tidak rajin beribadah. Pasalnya, horor telah membantu masyarakat untuk percaya selain Tuhan. Apalagi, film tersebut dibuat dengan fiktif dan mengada-ada.

“Saya rasa film horor banyak menimbulkan mudharat dari pada positifnya. Karena, masyarakat bisa bodoh dan pemalas, karena pengaruh film tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam komunikasi Islam sebuah film atau sinetron ada sebuah pesan yang disampaikan lewat film. Karena, tanpa ada pesan, film tidak akan menarik dan tidak laku ditonton. Untuk itu, sebuah film harus menarik pemirsa dan penonton. Akan tetapi, pelaku film harus berpikir soal tanggung jawab social kepada masyarakat dari akibat tayangan tersebut. “Kalau tayangan tersebut berdampak negatif, yakni membuat orang yang menonton ikut meniru tayangan bisa berujung pada prilaku syirik. Kalau sudah syirik berarti haram,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Nuke Wardani, dosen dari Universitas Indonesia. Menurutnya, film horor punya dampak sosial yang sangat luas. Karena, membuat masyarakat waswas dan takut setelah menonton. “Seharusnya film horror tidak membuat penonton histeris, tetapi penonton nyaman dan menyimak pesan yang disampaikan. Selama ini tidak begitu,film horror membuat masyarakat takut dan percaya akan hantu,”katanya.

Ia menambahkan, ada baiknya film horror bukan hanya memikirkan sisis komersial, tetapi punya tanggung jawab pendidikan dan psikologi. Karena, mendidik lewat film sangat mudah dan murah. Masyarakat tidak usah belajar, mereka bisa saja cuma menonton dan bisa memberikan pesan yang baik. “Saya rasa sudah saatnya bangsa Indonesia berpikir soal tanggung jawab sosial dan pendidikan. Karena, film adalah sarana pendidikan yang paling mudah dan tepat untuk remaja,” ungkapnya.

Lalu Maraknya film horor di bioskop  dan televisi saat ini membuat masyarakat semakin resah. Pasalnya, film-film tersebut dianggap kurang mendidik dan merusak moral generasi muda. Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault juga mengecam maraknya film tidak bermutu itu. Benarkah film horor mengajak masyarakat untuk lebih takut kepada hantu dibanding pada Allah Tuhan Kamu ??

Kami yakin Dalam agama islam,kristen, khatolik, hindu, budha, bahwa maha penciptalah yang seharusnya kita takuti dan bukan hantu bin setan serta keturunan iblis tersebut. benar tidak ?

Oleh karena itu mulai sekrang jangan pernah takut dengan hantu ya !! jika suka silahkan bagikan artikel ini ketemanya

Demikianlah Postingan ini Fakta Sebenarnya Moral Kamu Rusak Karena Film Horor Selain Film Dewasa Artikel Review Dari kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu Kisah Hikmah Jasad Seorang Rentenir Di Lilit Ular Contoh materi kuliah dan jenis dan bentuk jasad jin penunggu rumah, kumpulan cerita misteri nyata di dunia beserta video dan gambar setan
Title : ini Fakta Sebenarnya Moral Kamu Rusak Karena Film Horor Selain Film Dewasa
Posted by : Rajah Rafael Rating 5 Star Published : 2016-05-27T00:58:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...