Kamis, 25 Februari 2016

KUAKAP.COM - Suatu waktu anda terdiam karena Rekan sekerja mendapat promosi naik jabatan dengan mudahnya  Sahabat lama Anda melayangkan undangan pernikahan  Teman kuliah Anda melakoni bisnis menyenangkan sekaligus beruntung besar  Rasa sial lantas ‘menari-nari’ di benak Anda

Pernah berpikir merasa apes, walau tak ada perubahan merugikan pada diri Anda? Ketika sahabat lama Anda melayangkan undangan pernikahan, tiba-tiba saja sudut hati Anda berontak Mempertanyakan kenapa hingga usia sekarang jodoh tak kunjung datang  Atau ketika bos bolak-balik memuji hasil kerja kolega Anda dan memberikan sinyal akan menaikan jabatan, jiwa Anda sontak remuk redam, merasa diri tak bernilai  Melihat bisnis seorang kawan yang menggelinding sukses dan menangguk untung besar, hati Anda teriris, protes lantaran tak bisa melakoni pekerjaan yang mendatangkan uang banyak
Kiat Bagaimana Menyikapi Waktu Setiap Hari Tanpa Harus Putus Asa Yang Penting Optimis
Kata Bijak : Milikilah harapan yang besar, jadikanlah sebagai lambang dalam kehidupan. Milikilah angan – angan yang tinggi, jadikanlah ia sebagai pakaian sehari – hari. ( Musthofa al-Ghalayain)
Boleh jadi Anda mengartikan sikap di atas tak lebih sebagai : rasa iri  Sirik, kata orang sekarang Selalu merasa risau dengan keberhasilan orang  Dongkol melihat orang lain senang  Data di atas nampaknya memang mendukung kriteria menjadi orang yang menyandang sifat sirik

Tapi cobalah berpikir dengan kaca mata lain  Bahwa tidak semua ketidakpuasan Anda (yang muncul setelah melihat orang lain berhasil) selalu diikuti dengan tindakan ‘menyerang’  Dengan kata lain, Anda tidak melakukan reaksi apa-apa pada sosok sukses itu, atau pada orang lain, kecuali pada diri Anda sendiri  Jika begini, maka Anda bukanlah sirik, tapi hanya bermasalah pada diri sendiri

Puteri 21 Tahun seorang stylist di sebuah majalah wanita mengatakan ia selalu menilai kelemahan dirinya dengan tolak ukur keberhasilan orang lain  Saya baru sadar bahwa saya ini amat sangat tidak berprestasi, ketika mengetahui bahwa rekan dekat saya bolak-balik dikirim bos ke luar negri  Sementara saya, terakhir ke luar negri saya saja tahun lalu, katanya  Saya sama sekali tidak iri hati  Tapi merasa bahwa diri saya sial sekali  Saya merasa bahwa Tuhan tidak adil mengatur nasib seseorang keluhnya  Puteri mengaku tidak lagi enjoy bekerja di kantor

Menyalahkan diri sendiri, mengasihani hidup sendiri, dan menangisi nasib, memang menjadi solusi paling mudah untuk ‘menyelesaikan persoalan’ dengan ketidakpuasan diri Anda  Psikolog dan penulis terkenal, Richard Calrson, Ph D  mengatakand alam bukunya yang berjudul Don’t Sweat the Small Stuff, bahwa, sebuah kesalahan besar yang ada dalam pemikiran manusia adalah anggapan bahwa hidup harus selalu adil

"Berpikir bahwa hidup selayaknya berjalan dengan adil, indah dan menyenangkan adalah awal dari rasa frustasi  Kenapa? Karena sebetulnya realita hidup adalah ketidakadilan itu sendiri," tutur Richard
Manusia tipikal seperti ini biasanya amat rentan dengan perbedaan nasib antara dirinya dengan lingkungan luar  Ia tidak fokus pada apa yang terjadi pada dirinya  Melainkan terus melihat eksistensi orang lain dan lingkungan  Ia baru lega jika kondisi dirinya setara atau lebih tinggi dari apa yang ia lihat  Dan merasa begitu sial jika ia hanya di bawah derajat sukses orang lain

Saran Dan Tips Dari Richard simpel saja yaitu  Mulailah melatih diri untuk berpikir, hidup adalah sebuah ketidakadilan  Tak lebih Dengan pemikiran ini, setiap orang akan selalu siap menghadapi berbagai hal yang mengecilkan hati  Namun, sekaligus juga bersiap melakukan antisipasi  Entah itu berupa penghiburan kepada diri sendiri, atau melakukan upaya agar bisa melakukan sesuatu

Salah satu hal terbaik dengan berpikir bahwa hidup selalu tak adil adalah, kita terhindar dari menyalahkan atau mengasihani diri sendiri  Fakta bahwa hidup itu tidak adil, akan mengerahkan kemampuan bawah sadar manusia untuk melakukan sesuatu yang luar biasa," tutur Richard  Tidak percaya? Baca biografi orang-orang sukses  Banyak dari mereka mengawali sukses dengan masa lalu yang susah  Kuncinya, mereka melakukan dobrakan dan berpikir bahwa ketidakadilan hidup hanya dapat diubah dengan kesadaran diri sendiri

Nah, kenapa Anda harus muram dengan selembar kartu undangan pernikahan teman, kemajuan karir rekan kerja, atau keberuntungan kenalan Anda dengan bisnisnya? Mereka sukses di ‘jalan’nya, Anda punya ‘jalan’ sendiri untuk dipacu sekarang!

Demikianlah Materi Artikel Review Tips Dan Kiat Bagaimana Cara Menyikapi Keadaan "waktu" Setiap Hari Tanpa Harus Putus Asa iri dan sirik Yang Penting Selalu Optimis akan berhasil Dari www.kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu Koleksi Foto Hijab Zaskia Sungkar Via Instagram
Title : Tips Dan Kiat Bagaimana Cara Menyikapi Keadaan "waktu" Setiap Hari Tanpa Harus Putus Asa Dan iri Atau Sirik
Posted by : Ena Riskina Rating 5 Star Published : 2016-02-25T20:01:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...