Jumat, 26 Februari 2016

KUAKAP.COM - Hampir Tiga pekan sudah  Susi  terlihat murung. Bagaimana tidak. Hampir dua bulan   Susi bekerja di kantor barunya. Namun sepanjang waktu itu, tak juga Susi bisa berakrab-ria dengan rekan-rekan kerjanya. Entah dimana letak kesalahan  Susi. Kalau mau menyebutnya sombong, rasanya tidak juga. Karena sebagai muka baru di kantor   Susi tergolong cukup rajin mencoba bergabung dengan teman-temannya, utamanya para karyawan wanitanya. Namun apa lacur, begitu terlibat satu percakapan seru, tidak jarang pendapat   Susi justru mendapat sambutan” kamu kuno ah, kamu nggak baca koran ya atau ah kamu bercandanya basi”.

Bahkan, Pujiastuti ( Panggilan Tuti) rekan satu divisinya, terang-terangan menyebut   Susi sebagai pribadi yang membosankan. Tak pelak sambutan miring tersebut membuat   Susi membatasi diri kumpul-kumpul dengan rekan-rekannya yang mayoritas memang berusia jauh di bawahnya itu. Akibatnya lagi,   Susi pun jarang pergi keluar, seperti makan siang, nonton film, atau sekadar jalan-jalan bersama-sama mereka. Tapi, apakah   Susi harus terus-menerus bergelut dengan kondisi tersebut? Sampai berapa lama   Susi harus menutup diri hanya lantaran mendapat predikat membosankan?
Mary Mitchell : Tips Bagaimana Cara Perbanyak Teman Di Kantor
Kata Bijak Motivasi Dari Tokoh Terkenal
Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun
(Bung Karno)
Menurut pakar relationship, Mary Mitchell, Adalah hal yang wajar jika seorang muka baru di kantor merasa canggung bergabung dengan rekan-rekan kerjanya. Tapi hal seperti itu umumnya hanya berlangsung paling lama satu hingga dua minggu pertama saja. Lebih dari waktu tersebut, apalagi selama dua bulan seperti yang dialami   Susi, boleh jadi ada sesuatu yang tidak beres. Dan rasanya sah-sah saja jika lantas orang-orang di sekeliling   Susi misalnya mencapnya sebagai pribadi yang membosankan. Karenanya, Mitchell m  Susirankan bagi mereka yang mengalami masalah layaknya   Susi haruslah mencoba beberapa pendekatan khusus:

1.Jangan pernah menyerah untuk bergabung dengan teman-teman baru Anda. Pun jangan anggap julukan yang diberikan kepada mereka sebagai bentuk penolakan terhadap Anda. Pasalnya jika Anda menanggapi julukan tersebut dengan sifat defensif, justru akan membuat Anda merasa bahwa Anda benar-benar seorang pribadi yang membosankan.

2.Dari beberapa acara kumpul-kumpul dengan mereka, lama-kelamaan Anda akan terbiasa juga dengan kebiasaan yang berlaku di kalangan mereka. Misalnya ternyata teman-teman Anda kerap membicarakan kaset atau film-film baru, nah supaya tidak ketinggalan informasi, bacalah majalah atau surat kabar yang memuat resensi-resensi tentang peluncuran kaset atau film tersebut. Dijamin Anda tidak akan ketinggalan informasi dibanding mereka. Bahkan bukan tidak mungkin Anda justru lebih up date.

3.Sekali-sekali, Anda saja yang mengajukan diri kepada teman-teman untuk ikutan dengan acara mereka. Atau sebaliknya biar tidak membosankan, ya Anda saja yang mengajak mereka ke sebuah acara, seperti nonton misalnya.

Demikianlah Materi Artikel Review Tips Bagaimana Cara Perbanyak Teman Di Kantor Baru Dari Pakar Relationship Mary Mitchell Dari www.kuakap.com, Semoga Tentang Ulasan Singkat Sederhana ini Dapat Berguna Dan Ada Manfaat Untuk Kita Semua, Sekian Terimakasih, Luangkan Waktu Anda Juga Untuk Baca Postingan Sebelumnya Yaitu Nasehat Mary Mitchell Ketika Teman Berbuat Salah, inilah Yang Harus Kamu Lakukan Sebagai Sahabat Dekat
Title : Tips Bagaimana Cara Perbanyak Teman Di Kantor Baru Dari Pakar Relationship Mary Mitchell
Posted by : Ena Riskina Rating 5 Star Published : 2016-02-26T01:14:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...