Minggu, 15 November 2015

Pelaut Online - CARA PENATAAN DAN PEMUATAN BARANG DI KAPAL, hari ini kami akan share tentang pemuatan dikapal serta alat pendukung, sebelumnya kabar untuk pelaut indonesia, harus di wajibkan untuk revalidasi ijazah dan sertifikat dengan mengikuti amandemen manila 2010, jika waktu batas itu belum di perbaiki bisa-bisa tidak diperbolehkan berlayar.

Prinsip Penataan / Stowage :
1.Melindungi kapal ( membagi muatan secara tegak dan membujur )
2.Melindungi muatan agar tidak rusak saat dimuat, berada di kapal dan selama pembongkaran di pelabuhan tujuan.
3.Melindungi awak kapal dan buruh dari bahaya muatan.
4.Menjaga agar pemuatan dilasanakan secara teratur dan sistimatis untuk menghindari terjadinya long hatch “overstowage dan overcarriage” dan muat bongkar dilakukan dengan cepat dan aman.
5.Stowage harus dilakukan sedemikian rupa hingga “broken stowage” sekecil mungkin.

Melindungi Kapal
Pembagia Muatan secara  Tegak
-agar  kapal tetap dalam kadaan stabil pada setiap keadaan ( stabilitas melintang )
Pembagia muatan secara mendatar
-akan timbul adanya Trim yaitu perbedaan antara sarat muka dan belakang. ( trim by the stern dan trim by the head )
-Hogging = terjadi jika pembagian berat muatan terpusat di ujung         depan dan belakang kapal.
-Sagging  = terjadi jika berat muatan terpusat di tengah kapal.
 CARA PENATAAN DAN PEMUATAN BARANG DI KAPAL
Melindungi Muatan

Faktor-faktor yang mempengaruhi :
1.Bentuk dan sifatnya yang berbeda
2.Jenis dan struktur maupun beratnya
3.Jauh dan dekatnya pelabuhan tujuan
4.Banyaknya pelabuhan muat bongkar
5.Daerah pelayaran yang akan di lalui, sehubungan dengan cuaca yang berlainan.

Penggologan Jenis Muatan

Muatan dibagi menurut jenisnya sebagai berikut :
a.Muatan basah
-muatan yang sifat basah atau berbentuk cairan yang dikapalkan dalam kemasan, seperti kaleng, drum, tong ds.
-dibawahnya diberi dunnage sedemikian rupa agar kebocorannya dapat langsung ngalir ke got samping palka, hingga tidak merusak muatan lainnya.

b.Muatan Cair
-muatan berbentuk cairan yang dimuat secara curah dalam Deep  tank atau kapal Tanker.
-yang termasuk muatan cair : CPO / minyak kelapa sawit, BBM, dll.

c.Muatan Kering
-jenis muatan yang tidak merusak muatan lain tetapi dapat rusk  karena muatan lainnya. Terutama oleh muatan basah.
-yang tergolong muatan kering, rokok, beras, terigu dan lain-lain.
d.Muatan kotor
-muatan yang menimbulkan kotor atau debu selama atau sesudah muatan bongkar, yang akan menimbulkan kerusakan pada muatan bersih dan halus.
e.Muatan bersih
- muatan yang tidak merusak muatan lainnya, karena tidak menimbulkan debu atau kotoran.
-yang termasuk muatan bersih : barang klontong, pecazh belah, kapas, benang dll.
f.Muatan berbau :
jenis muatan yang oleh sifat baunya dapat merusak muatan lain, dan juga dapat saling merusak diantara muatan berbau lainnya. Misal : karet mentah, amoniak, ikan, kayu yang masih basah, bulu domba, cengkeh, kayu manis dsb.
g.Muatan Peka atau Halus :
merupakan bahan mudah sekali rusak oleh pengaruh muatan kotor, basah dan yang berbau.
misal : tepung terigu, beras, susu bubuk da bahan kering lainnya
h.Muatan Berbahaya :
jenis muatan yang memerlukan perhatian khusus karena akan menimbulkan bahaya kebakaran atau meledak. Muatan bahaya dibagi menjadi beberapa golongan.

Muat Bongkar secara cepat dan sistematis
Menghindari Long Hatch
 CARA PENATAAN DAN PEMUATAN BARANG DI KAPAL
Lamanya kapal di pelabuhan tergantung dari jumlah maksimum gang buruh yang bekerja tiap jamnya dalam palka, oleh karena itu pembongkaran harus terbagi rata diantara semua palka yang ada.

*Kapal A muatan untuk satu pelabuhan dimuat di satu palka saja.
Kalau setiap palka jumlah max. gang buruh memakan waktu 1 jam maka waktu yang dibutuhkan untuk bongkar pada kapal A adalah 3 jam.

*Kapal B muatan untuk satu pelabuhan dimuat di tiga palka.
Kalau setiap palka jumlah max. gang buruh memakan waktu 1 jam maka waktu yang dibutuhkan untuk bongkar pada kapal B adalah 1jam.

Menghindarkan Overstowage
Overstowage merupakan istilah bagi muatan yang disusun sedemikian rupa hingga menghalangi pembongkaran muata lainnya, Untuk menghindari hal ini sebelum pemuatan memeriksa atau merubah stowage plan, Jika terjadi overstowage, maka perlu dilakukan shifting (penggeseran) atau pembongkaran muatan yang menghalanginya.

Menghindari Overcarriage , Overcariage artinya muatan yang tertinggal atau tidak terbongkar karena petunjuknya (markahnya) tidak jelas atau tidak ada. Overcarriage ini juga diartikan sebagai shortlanded (jumlah yang dibongkar kuarang).

Agar tidak terjadi Overcarriage ialah :
1). Port Mark
Untuk menandai muatan yang dibongkar di pelabuhan tertentu, dengan bentuk dan warna yang menyolok.Mualim jaga harus memastikan bahwa muatan untuk tujuan pelabuhan tersebut telah dibongkar seluruhnya, sebelum palka di ditutup.

Apabila pada saat pemuatan kebetulan port marknya di sisi bawah maka harus segera digambar lagi yang baru di bagian atas.

2) Block Stowage
Yaitu satu jenis muatan untuk satu tujuan yang sama, tidak tertata dalam satu blok atau satu tempat dalam satu palka.
Sedapat mungkin menghindari adanya block stowage
Yaitu satu jenis muatan untuk satu tujuan yang sama lebih baik ditata dalam satu blok atau satu tempat

3) Pemisahan yang baik
untuk menghindari overstowage ialah melakukan pemisahan (separation) muatan secara baik dan jelas. bila blok-bloknya jelas pemisahannya maka akan mempermudah para buruh menandainya sehingga tidak ada yang tertinggal.

BROKEN STOWAGE  dalah sebagian atau sisa ruangan yang tidak terisi muatan.Yang menyebabkan broken stowage antara lain: ruang muatan dengan dinding kapal melengkung/tidak rata, ruangan yang ditempati dunnage, ruangan diatas susunan muatan yang tidak muat, tidak terisi oleh muatan karena ‘tanggung’.Rata-rata untuk bentuk muatann yang sama BS nya 10%Sedangkan unruk general cargo (muatan campuran) rata-rata BS nya 25%

FILLER CARGO  dalah muatan yang bentuknya kecil-kecilnyang dapat ditata atau ditempatkan di antara uatan lain atau muatan yang besar. Ruangan kosong tersebut semestinya diisi dunnage yang akan merupakan broken stowage.Jadi filler cargo ini untuk memperkecil broken stowage.

DUNNAGE
Tujuan penggunaan dunnage ialah untuk melindungi muatan terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh adanya :
-Cairan bebas
-Pengembunan atau kondensasi
-Benturan
-Gesekan
-Panas mendadak
-Pencurian

Dunnage juga dapat digunakan untuk pemisahan muatan, agar dapat melakukan pembongkaran secara cepat dan sistimatis.

Bahan-bahan dunnage :
Kayu atau papan
Goni
Bambu
Tikar
Karton bergelombang

Dunnage tetap
Yang dimaksud dunnage tetap misalnya:
-papan-papan yang dipasang diatas tanktop, lantai dasar palka
-bilah keringat atau spar ceilling yang terpasan di dinding-dinding samping palka, umumnya tebalnya 5 cm dengan lebar 15 sampai 18 c, bilah keringat ini juga sebagai cerlah untuk jalannya peranginan antara muatan dan dinding palka.

LASHING
Gunanya untuk menjaga agar muatan kencang tak bergeser terutama muatan dek.
Bahan untuk lashing : kawat baja, tali, rantai dll sesuai muatannya.
Jangan sekali-kali melepaskan lashingan yang lama jika akan mengganti dengan yang baru atau mengencangkannya.
Lebih baik ditambah, dengan mengecangkan yang baru, kemudian yang lama ikut dikencangkan.

ALAT-ALAT MUAT BONGKAR
Yang termasuk alat muat bongkar :
Tiang (mast)
Boom atau batang pemuat
Keran deck (deck-crane)
Derek (derrick) winch

Alat-alat ini didasrkan atas sertifikat yang dikeluarkan oleh surveyor dari International Cargo Gear Bearau (ICGB) atau Biro Klasifikasi yang melakukan pemeriksaan atau tes, maka alat pemuatan tersebut telah memenuhi syarat.

Misal : tertulis pada bagian bawah pada boom SWL 20 Ton  (Safety Weight Loading 20 ton) artinya boom tersebut     mampu memuat seberat 20 ton dengan aman.

WINCH (DERRICK)
Ada tiga macam alat penggerak winch :
Winch listrik =  alat pengeraknya listrik
Winch Uap = memakai tenaga uap (sekarang sudah tidak ada lagi)
Winch Hidrolis = tenaga penggeraknya adalah suatu cairan (minyak).
   
Yang sebenarnya elektro hidrolis sebab pompanya digerakkan oleh elektro motor.
   
PERLENGKAPAN MUAT BONGKAR
Sling
Yaitu sebuah tali yang dipergunakan untuk mengangkat atau menghibob barang.

Mungkin itulah materi dari kami, semoga bisa berguna, terimkasih untuk STIP,BP3ip dan juga PIP artikel yang telah kami kutip, baca juga CARA CEK SERTIFIKAT & IJAZAH PELAUT
Title : CARA PENATAAN DAN PEMUATAN BARANG DI KAPAL
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2015-11-15T04:19:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...