Selasa, 27 Oktober 2015

Pelaut Online - Jika kapal sudah naik dock ( Docking ) maka kebanyakan ABK, akan merasa risih dan mulai malas, karen kerja banyak, dan itu tidak bisa dipungkiri oleh kebanyakan seaman didunia termasuk indonesia, Keselamatan  Kerja Umum, Kecelakaan Kerja Dapat Setiap Saat Terjadi Tanpa Kesengajaan Dan Tanpa Terduga  Ada Beberapa Hal Yang Dapat Dilakukan Uniuk Meminimalkan Atau Menghindari Kemungkinan-Kemungkinan Terjadinya Kecelakaan Selama Proses Pekerjaan Pengelasan, Tnisahiya Pengaturan Tata Letak Peralatan Bengkel, Pelaksanaan Prosedur Pengelasan Yang Benar, Menghindari Tindakan-Tindakan Yang Berbahaya, Dan Pemakaian Peralatan Keselamatan Kerja. Masing-Masing Bengkel Las, Yaitu Bengkel Las Asetilen Maupun Bengkel Las Busur Listrik Mempunyai Aturan Sendiri-Sendiri Yang Harus Dilakukan.

Penggunaan Panas Yang Sangat Tinggi Memungkinkan Timbulnya Bahaya-Bahaya Yang Tidak Dikehendaki. Untuk Menghindari Hal Tersebut Maka Harus Diketahui Sumber Energi Yang Digunakan, Bagaimana Karakleristiknya, Dan Bagaimana Penggunaannya Las Oksi-Asetilen Merupakan Pengelasan Yang Memanfaatkan Energi Atau Panas Dan Pembakaran Gas Asetilen,Gas Asetilen Merupakan Salah Satu Jenis Gas Yang Sangat Rnudah Terbakar Di Bawah Pengaruh Suhu Dan Tekanan. Gas Asetilen Disimpan Dalam Suatu Tabung Yang Mampu Menahan Tekanan Kerja.

Bahaya-Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Oleh Gas Asetilen Antara Lain Sebagai Berikut.

# Polimerisasi
Peristiwa Ini Akan Menyebabkan Suhu Gas Meningkat Jauh Lebih Tinggi Dalarn Waktu Yang Sangat Singkai. Polimerisasi Akan Terjadi Pada Suhu 300°C, Jika Berada Pada Tekanan I Atm. Oleh Sebab Itu, Gas Asetilen Tidak Boleh Disimpan Atau Digunakan Pada Suhu Di Atas 300°C.

# Disosiasi
Yaitu Adanya Panas Yang Ditimbulkan Oleh Proses Pembentukan Zat-Zat. Disosiasi Teijadi Pada Suhu 600°C, Jika Berada Pada Tekanan I Atm Alau 530°C Jika Tekanan 3 Atm. Jika Teijadi Disosiasi Maka Tekanan Gas Akan Meningkat Dan Bisa Menimbulkan Ledakan.

Terjadinya Polimerisasi Dan Disosiasi Akan Mengakibatkan Naiknya Suhu Dan Tekanan Gas Menjadi Jauh akan Lebih Tinggi Dari Keadaan Semula, sehingga Gas Asetilen Merupakan Gas Yang Sangat Mudah Meledak Ataupun cepat Terbakar akibat Tekanan Dan Suhu.

Untuk Menghindari Hal-Hal Di Alas Gas Asetilen Dalam Tabung Gas Dilarutkan Dalam Aceton Juga Diisi Dengan Bahan-Bahan Berpori Misalnya Keramik, Yang Dapat Rnenempatkan Dan Melarutkan Gas Asetilen Secara Baik.

Kebocoran Gas Asetilen Dan Tabungnya Dapat Mengaklbatkan Awal Terjadinya Kebakaran Atau Ledakan. Kebocoran Gas Biasanya Terjadi Pada Bagian Penutup, Bagian Hubungan Antara Tabung Dan Penutup Tabung, Dan Bagian-Bagian Sambungan. Jarang Sekali Terjadi Kebocoran Pada Konstruksi Tabung Atau Pada Sambungan-Sambungan Tabung, Karena Tabung Dirancang Untuk Bekerja Pada Tekanan Kerja Yang Tinggi Sehingga Konstruksinya Kokoh.

Untuk Menghindari Terjadinya Kemungkinan Kebocoran-Kebocoran Sebaiknya Katup-Katup Penutup Supaya Diputar/Ditutup Serapat-Rapatnya,Dapat Dilakukan Dengan Alat Bantu Rnisalnya Sarung Tangan Atau Lap Yang Basah.

Klem Atàu Penjepit Selang Gas Diusahakan Dapat Menjepit Dengan Baik Tanpa Kebocoran, Pastikan Slang-Slang Gas Tidak Bocor. Kebocoran Selang Gas Dapat Diperiksa Dengan Memasukkan Slang Ke Dalam Air. Jika Terjadi Kebocoran Maka Akan Ada Gelembung Gas Yang Muncul, Panas Yang Berlebihan Pada Tabung Asetilen Sangat Membahayakan Karena Kalau Dibiarkan Dapat Inengakibalkan Terjadinya Ledakan, Jika Terjadi Pemanasan Pada Tabung Asetilen Maka Sebaiknya, Tabung Dipindahkan Ke Tempat Yang Ainan, Lapang, Terbuka Dan Diletakkan Pada Posisi Berdiri Atau Vertikal.

Lakukan Pendinginan Tabung Dengan Cara Menyiram Air Dingin, Dan Jika Tidak Ada Penurunan Suhu, Rendam Dalam Air Dingin Pada Posisi Vertikal Selama 24 Jam.Untuk Menghindari Terjadinya Bahaya Kebakaran Mnaka Dalam Bengkel Las Harus Mernpunyai Tabung Pemadam Kebakanan, Yang Diletak Pada Posisi Yang Mudah Dan Cepat Dijangkau Bila Sewaktu-Waktu Akan Digunakan. Selain Tabung Pemadam Kebakaran Yaitu Adanya Sumber Air. Air Dapat Digunakan Unluk Proses Pendinginan Dan Juga Dapatmembantu Pengamanan Misalnya Untuk Pendinginan Tabung Asetilen Jika Terjadi Pemanasan Pada Tabung Asetilen.

Keselamatan Kerja Pada Bengkel Las Listrik
Prinsip Kerja Las Busur Listrik Yailu Mengalirkan Arus Listrik Dengan Tegangan Tertentu Melewati Suatu Tahanan, Sehingga Menimbulkan Panas Yang Sangat Tinggi Yang Rnampu Mencairkan Logam.Tegangan Yang Digunakan Sangat Rnenentukan Terjadinya Loncalan Bunga Api, Semakin Besar Tegangan Semakin Rnudah Terjadi Loncatan Bunga Api Listrik. Hal Yang Perlu Diperhatikan, Bahwa Tegangan Yang Tinggi Akan Rnembahayakan Operator Las, Karena Tubuh Manusia Hanya Mampu Terhadap Tegangan Listrik Sekitar 42 Volt.Tegangan Yang Keluar Dari Transformator Pada Mesin Las Besarnya Antara 55 - 85 Volt. Besarnya Tegangan Ini Cukup Membahayakan Bagi Operatornya,
Untuk Menghidari Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Akibat Tegangan Listnik Maka Operator Dilengkapi Peralatan Keselamatan Kerja Misalnya Sarung Tangan Dan Sepatu Las Yang Dapat Berfungsi Sebagai Isolator Listrik Dan Panas.

Pemasangan Elektroda Pada Penjepit Menggunakan Sarung Tangan Agar Tangan Operator Tidak Kontak Iangsung Dengan Arus Listrik.. Untuk Melindungi Tubuh Dan Mata, Operator Rnenggunakan Kacamata Las, Pakaian Las, Pelindung Dada, Dan Sarung Tangan. Dinding-Dinding Dan Langit-Langit Bengkel Juga Harus Mampu Menyerap Sinar Yang Berintensitas Tinggi Dan Nyala Las, Sehingga Sinar Tidak Dipantulkan Lagi Ke Arah Operator.

Perlengkapan Keselamatan Kerja

Operator Las Harus Memakai Alat-Alat Yang Mampu Melindungi Tubuh Dan Bahaya-Bahaya Yang Ditimbulkan Akibat Pengelasan. Alat-Alat Pen!Engkapan Ini Tidak Hanya Memberikan Perlindunigan Bagi Tubuh, Telapi Juga Memberikan Kemudahan Atau Sebagai Alat Bantu Bagi Operator Sewaktu Mengerjakan Pekerjaannya.

Berikut ini adalah Daftar Alat-Alat Perlengkapan Keselamatan Kerja Pada Bengkel LasDilihat Secara Umum

1 Helm Pelindung Muka Dan Kepala
Keselarnatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan

Bentuk Dan Jenis Pelindung Muka Ada Beberapa Macam Tetapi Secara Prinsip Pelindung Muka Mernpunyai Fungsi Yang Sama, Yaitu melindungi Mata Dan Muka Dari Pancaran Sinar Las Dan Percikan Bunga Api. Pelindung Muka Mempunyal Kacamata Yang Terbuat Dan Bahan Tembus Pandang Yang Berwarna Sangat Gelap Dan Hanya Mampu Ditembus Oleh Sinar Las. Kacarnata Ini Berfungsi Melihat Benda Kerja Yang Dilas Dengan Mengurangi Intensitas Cahaya Yang Masuk Ke Mata.

2 Resiprator
Keselarnatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan

Respirator Berfungsi Untuk Menyediakan Udara Segar Yang Akan Dihirup Oleh Sistem Pernapasan Manusia Melalui Slang Yang Dihubungkan Ke Tabung Oksigen. Resipator Digunakan Untuk Pengelasan Dalam Ruang Yang Tertutup, Atau Ruangan Yang Sistem Sirkulasi Udaranya Tidak Baik. Karena Proses Pengelasan Akan Rnenghasilkan Gas-Gas Yang Membahayakan Sistem Pernapasan Jika Dihirup Dalam Jumlah Besar. Jika Gas Hasil Pengelasan Tidak Segera Dialirkan Ke Luar Ruangan Maka Akan Dihirup Oleh Operator. Kalau Kejadian Ini Berlangsung Lama Maka Akan Membahayakan Operator.

3 Pakain Pelindung Badan (Apron)
Keselarnatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan

Pakaian Ini Berfungsi Untuk Melindungi Tubuh Dan Percikan Bunga Api Dan Pancaran Sinar Las. Pakaian Las Terbuat Dan Bahan Yang Lemas Sehingga Tidak Membatasi Gerak. Pemakai. Selain Bahan Pakaian Yang Digunakan Lemas,Juga Harus Ringan, Lidak Mudah Terbakar, Dan Mampu Menahan Panas Atau Bersifat Isolator. Model Lengan Dan Celana Dibuat Panjang Agar Mampu Melindungi Seluruh Tubuh Dengan Baik

Untuk melindungi Kulit Dan Organ Tubuh Pada Bagian Badan Dan Percikan Bunga Api Dan Pancaran Sinar Las Yang Mernpunyai Intensitas Tinggi Maka Pada Bagian Badan Perlu Dilindungi Seperti Halnya Pada Bagian Muka Dilindungi Dengan Pelindung Muka. Baju Las Yang Digunakan Belum Mampu Sepenuhnya Melindungi Kulit Dan Organ Tubuh Pada Bagian Dada.

4 Sarung Tangan
Keselarnatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan

Pekerjaan Mengelas Selalu Berhubungan Dengan Panas Dan Tegangan Listrik, Dua Hal Yang Tidak Boleh Kontak Langsung Dengan Bagian Tubuh Manusia. Tubuh Manusia Mampu Rnenahan Panas Dan Tegangan Listrik Pada Batas-Batas Tertentu, Pada Hal Pengelasan Menggunakan Panas Yang Sangat Tinggi Dan Tegangan Yang Cukup Berbahaya. Kontak Dengan Panas Dan Listrik Sering Terjadi Yaitu Melewati Kedua Tangan

Contoh: Penggantian Elektroda Atau Memegang Sebagian Dan Benda Kerja Yang Memperoleh Panas Secara Konduksi Dan Proses Pengelasan. Untuk Melindungi Tangan Dan Panas Dan Listrik Maka Operator Las Harus Menggunakan Sarung Tangan. Bahan Sarung Tangan Hanis Mempunyat Sifat Mampu Menjadi Isolator Panas (Mampu Rnenahan Panas Dan Tidak Mengantarkan Listrik). Seperti Halnya Pakaian Las, Sarung Tangan Harus Terbuat Dan Báhan Yang Ringan, Lernas Agar Tidak Membatasi Gerak Tangan.

5 Sepatu Las
Keselarnatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan

Sepalu Las Dapat Melindungi Telapak Dan Jari-Jani Kaki Dan Kemungkinan Tergencet Benda Keras, Benda Panas Atau Sengatan Listrik. Dengan Memakai Sepatu Las Berarti Tidak Ada Aliran Arus Listrik Dan Mesin Las Ke Ground (Tanah) Melewati Tubuh Kita, Arena Bahan Sepatu Berfungsi Sebagai Isolator Listrik. Sepatu Las Dibuat Khusus Yang Mampu Menahan Panas, Menahan Gencetan Benda Keras Dan Bersifat Isolator.Penggunaan Alat-Alat Keselamalan Kerja Selama Pekerjaan Berlangsung Tidak Sepenuhnya Rnenjarnin Keselamatan Bagi Operator.

Itulah Keselamatan Kerja pada bagian bangkel, biasanya ini orang welder mesin dan elektrik namun bosun ataupun AB suka menanggani barang seperti bisa untuk disambung serta membuat pengkait gancu diatas kapal, sekian dan terimakasih, baca juga postingan sebelumnya yaitu Jenis-Jenis Muatan Barang (Type Of Cargoes)
Title : Keselamatan Kerja Pada Bengkel Las Di Kapal Dan Pelabuhan
Posted by : Risky Adiru Rating 5 Star Published : 2015-10-27T05:20:00+07:00
loading...
 
Blogger Designed by IVYthemes | MKR Site
loading...